Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Tugas Utama Direksi Bursa Efek Indonesia yang Baru, Simak!

Bursa Efek Indonesia dikabarkan telah menunjuk anggota direksi baru untuk periode 2022 sampai dengan 2026.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 21 Juni 2022  |  20:32 WIB
Ini Tugas Utama Direksi Bursa Efek Indonesia yang Baru, Simak!
Karyawan melintas di dekat layar yang menampilkan logo Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (26/1/2022). Bisnis - Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia dikabarkan telah menunjuk anggota direksi baru untuk periode 2022 sampai dengan 2026.

Berdasarkan POJK Nomor 58 Tahun 2016, Direksi Bursa Efek Indonesia memiliki tugas dan tanggung jawab kepada industry pasar modal.

Direktur Utama Bursa Efek memiliki tugas utama paling yaitu mengambil keputusan yang bersifat final jika rapat Direksi tidak dapat mengambil keputusan dan melakukan koordinasi kegiatan di Bursa Efek, kegiatan hubungan masyarakat, kegiatan hukum dan peraturan, dan kegiatan pemeriksaan internal.

Sementara itu, Anggota Direksi Bursa Efek selain direktur utama wajib ditetapkan sebagai anggota Direksi Bursa Efek yang paling sedikit bertanggung jawab terhadap satu atau lebih kegiatan.

Misalnya Direktur Penilaian Perusahaan bertanggung jawab atas pembuatan peraturan pencatatan dan penghapusan pencatatan Efek. Lalu, perilaku Emiten yang tercatat di Bursa Efek dan Biro Administrasi Efek.

Adapun Direktur keanggotaan Bursa Efek dan partisipan, bertanggung jawab atas pembuatan peraturan mengenai persyaratan keanggotaan Bursa Efek dan partisipan. Lalu, kewajiban pelaporan Anggota Bursa Efek dan partisipan.

Sementara itu, Mantan Direktur PT Pertamina (Persero) Iman Rachman dikabarkan menjadi Direktur Utama BEI periode 2022 sampai 2026.

Sebagaimana diketahui, pemilihan direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022-2026 akan dilakukan pada tahun ini. Hal itu seiring berakhirnya masa jabatan direksi BEI periode 2018-2022. 

Adapun Iman Rachman mengisi paket II calon direksi Bursa Efek Indonesia.

"Paket ini akan menambah warna dengan kolaborasi dari individu yang berasal dari BUMN dan swasta dengan kompetensi yang saling melengkapi," kata Iman dalam keterangan resmi Rabu (26/6/2022).

Sebagai informasi, Iman adalah Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero). Sebelum masuk sektor energi dia memiliki track record berkarir di pasar modal baik Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas. Adapun para calon direksi dari paket terbaru berasal dari kalangan perusahaan anak BEI, lembaga pemeringkatan, BEI dan eks BRI Danareksa Sekuritas. Beberapa calon juga pernah memiliki pengalaman yang panjang di internal BEI sebelum berkarir di tempat lain.

Berikut ini ke 5 direksi BEI periode 2022-2026:

Direktur Utama: Iman Rachman

Direktur Pengembangan: Jeffery Hendrik

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Kristian Manullang

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Sunandar

Direktur Keuangan dan SDM: Risa Effenita

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy

Direktur Penilaian Perusahaan: I Gede Nyoman Yetna

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei bursa efek indonesia pertamina OJK
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top