Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indosat (ISAT) Jual 75 Persen Saham Data Center ke BDX Asia Rp3,3 Triliun

Dengan menjual 75 persen saham Starone Mitra ke BDX, Indosat (ISAT) memperoleh dana senilai US$227,5 juta atau setara Rp3,3 triliun yang akan dibayarkan bertahap selama 5 tahun.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 02 Juni 2022  |  18:13 WIB
Indosat (ISAT) Jual 75 Persen Saham Data Center ke BDX Asia Rp3,3 Triliun
GEDUNG INDOSAT. Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indosat Tbk. (ISAT) terus melanjutkan pengembangan bisnis data centernya. Sebagaimana diketahui, ISAT dan anak usahanya, PT Aplikanusa Lintasarta mengalihkan aset data center mereka ke PT Starone Mitra Telekomunikasi (SMT), dengan ISAT memiliki 70 persen saham dan Lintasarta 30 persen saham.

Melanjutkan restrukturisasi SMT, perseroan dan Lintasarta membentuk joint venture di dalam SMT dengan BDX Asia Data Center Holdings Pte. Ltd. pada 12 Mei 2022. 

Setelah terpenuhinya syarat pendahuluan dari perjanjian jual beli saham dan perjanjian JV pada 2 Juni 2022, saat ini SMT dimiliki masing-masing 17,5 persen oleh ISAT, 7,5 persen oleh Lintasarta, dan 75 persen oleh BDX.

"Pembentukan JV dengan BDX yang merupakan pemain regional, diharapkan dapat menjadikan SMT perusahaan data center terkemuka di Indonesia," tulis manajemen, Kamis (2/6/2022).

Dengan menjual 75 persen saham SMT ke BDX, ISAT memperoleh dana senilai US$227,5 juta atau setara Rp3,3 triliun yang akan dibayarkan bertahap pada waktu 5 tahun. Sejumlah US$187,5 juta atau setara Rp2,7 triliun dibayarkan pada tanggal efektif penjualan saham, atau diasumsikan telah dibayar pada 30 April 2022.

Selain itu, sebagai bagian dari perjanjian jual beli saham bersyarat, perseroan dan Lintasarta melakukan injeksi modal sebesar Rp144 miliar di Mei 2022.

Adapun setelah transaksi ini, ISAT dan Lintasarta masih memiliki 25 persen kepemilikan atau 9,2 juta saham atas SMT. Nilai wajar investasi yang ditahan atas SMT dihitung Rp118 per saham, yang merupakan nilai transaksi per saham dari penjualan 75 persen saham SMT.

Manajemen melanjutkan, keuntungan dari dekonsolidasi SMT terdiri dari keuntungan penjualan dan keuntungan atas kenaikan nilai wajar investasi yang ditahan.

"Pada saat bersamaan dengan selesainya penjualan saham SMT, diasumsikan bahwa perseroan dan Lintasarta akan menyewa kembali aset data center kepada SMT," tulis manajemen.

Sebelumnya, Corporate Secretary Indosat Billy Nicholas Simanjuntak mengatakan, anak usaha perseroan PT Aplikanusa Lintasarta, SMT, bersama dengan perusahaan data center BDX Asia Data Center Holdings Pte. Ltd, menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dan perjanjian usaha patungan.

Nantinya, perjanjian tersebut akan dilengkapi dengan serangkaian perjanjian komersial dan operasional, yang memungkinkan para pihak berkolaborasi dalam mengembangkan SMT sebagai perusahaan data center terkemuka di Indonesia.

"Estimasi nilai rencana transaksi tersebut adalah Rp3,3 triliun," kata Nicholas, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/5/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indosat data center lintasarta divestasi saham Emiten Telekomunikasi
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top