Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi data center - Flickr
Lihat Foto
Premium

Atur Napas XL (EXCL) hingga Indosat (ISAT) di Bisnis Data Center

EXCL dan ISAT memangkas sebagian kepemilikan mereka terhadap bisnis data center masing-masing. Bagaimana dampaknya?
Annisa Kurniasari Saumi & Herdanang Ahmad Fauzan
Annisa Kurniasari Saumi & Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
17 Mei 2022 | 13:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Indosat Tbk. (ISAT) tengah mengatur ulang strategi masing-masing di bisnis data center. Kecenderungan ini tampak dari manuver kedua perusahaan yang melakukan penjualan sebagian porsi saham entitas turunan di segmen usaha tersebut.

EXCL, misal, baru saja mengumumkan divestasi atas 245.362 saham PT Princeton Digital Group Data Centers (PDGDC) kepada Princeton Digital Group (Indonesia Alpha) Pte. Limited (PDG). Divestasi tersebut membuat kepemilikan EXCL atas PDGDC berkurang, tepatnya dari dari 2,25 miliar lembar atau 33,62 persen menjadi 2,01 miliar lembar alias 30 persen saja.

“Dapat kami sampaikan bahwa pengalihan saham perseroan di PDGDC kepada PDG merupakan satu kesatuan rangkaian transaksi dengan transaksi sejenis sebelumnya,” ujar  Sekretaris Perusahaan EXCL Ranty Astari Rachman dalam penjelasan kepada otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI), pekan lalu (13/5/2022).

Seperti kata Ranty, pada 2019 EXCL dan PDG memang sempat menyepakati rencana pengalihan saham PDGDC. Saat itu, perusahaan asal Singapura tersebut membeli 70 persen saham PDGDC dari EXCL, sebagai bagian dari kolaborasi untuk memperbesar jangkauan layanan pusat data yang dimiliki PDGDC.

Di sisi lain, ISAT juga melakukan langkah serupa, meski tidak sepenuhnya sama. Belum lama ini, perusahaan yang tengah berada dalam proses merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia tersebut meneken perjanjian jual beli saham bersyarat dengan BDX Asia Data Center Holdings Pte Ltd. (BDX).

Dalam kesepakatan senilai Rp3,3 triliun tersebut, ISAT mengumumkan rencana pembentukan sebuah entitas patungan alias joint venture (JV) dengan BDX. Menariknya, JV tersebut direncanakan akan melakukan akuisisi terhadap PT Startone Mitra Telekomunikasi Tbk. (SMT).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top