Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Strategi UNVR & Induk Hadapi Larangan Ekspor CPO Hingga Pecah Rekor Kendaraan Mudik ke Trans-Jawa

Analis memproyeksikan larangan ekspor minyak sawit oleh Indonesia kemungkinan juga akan menyebabkan malapetaka lebih lanjut bagi produsen barang-barang konsumen di dunia pada kuartal-kuartal mendatang.
Nurbaiti
Nurbaiti - Bisnis.com 01 Mei 2022  |  17:10 WIB
Seorang pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di dalam sebuah pabrik minyak sawit di Sepang, di luar Kuala Lumpur, Malaysia.  -  REUTERS / Samsul Said
Seorang pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di dalam sebuah pabrik minyak sawit di Sepang, di luar Kuala Lumpur, Malaysia. - REUTERS / Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA — Larangan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil/CPO dan bahan baku minyak goreng oleh Indonesia disebut menimbulkan beberapa efek domino. Kebijakan tersebut juga akan berefek kepada produsen barang-barang konsumen di dunia.

Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) memperkirakan harga CPO masih dalam tren bullish dalam beberapa waktu ke depan sehubungan dengan larangan ekspor Indonesia. Apalagi, produksi Malaysia juga belum sepenuhnya pulih sehingga dengan perluasan larangan ekspor, tren bullish bisa menjadi lebih panjang.

Analis juga memproyeksikan larangan ekspor minyak sawit oleh Indonesia kemungkinan juga akan menyebabkan malapetaka lebih lanjut bagi produsen barang-barang konsumen di dunia pada kuartal-kuartal mendatang.

Ulasan tentang efek domino dari larangan ekspor minyak sawit, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.

Berikut intisari dari top 5 News Bisnisindonesia.id yang menjadi pilihan editor, Minggu (1/5/2022):

 

1. Saatnya Menutup Celah ‘Permainan’ Para Trader BBM di Singapura

Indonesia masih bergantung pada impor minyak dan bahan bakar minyak (BBM) dari Singapura untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, padahal negara itu tidak mempunyai ladang minyak.

Secara nasional konsumsi bahan bakar nasional diproyeksikan terus meningkat, sedangkan kapasitas produksi tidak banyak berubah. Hal itu pula yang membuat Indonesia menjadi negara pengimpor minyak terbesar di Asia Tenggara.

Secara rata-rata, berdasarkan catatan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), kebutuhan BBM di dalam negeri saat ini mencapai 1,4 juta barel per hari, sedangkan kapasitas produksi baru mencapai sekitar 800.000 barel per hari. Artinya, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 600.000 minyak barel per hari dari berbagai negara, termasuk dari Singapura.

Untuk itu, pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap formula harga (BBM) yang menjadi dasar dalam penetapan harga BBM subsidi maupun dasar dalam penetapan batas atas batas bawah bagi BBM umum atau yang nonsubsidi.

Evaluasi ini dinilai penting dilakukan mengingat formula yang ada saat ini berpotensi membuat harga BBM rentan akan dampak dari ‘permainan’ para trader BBM.

 

2. Adu Strategi UNVR & Induk Hadapi Efek Domino Larangan Ekspor CPO

Para analis memperkirakan penjualan Unilever Plc akan tertekan larangan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil/CPO dan bahan baku minyak goreng oleh Indonesia karena perusahaan memilih menaikan harga di tengah lonjakan harga komoditas dan bahan baku di hampir seluruh dunia.

Seperti diketahui, Unilever Plc dan produsen produk konsumer dunia berada di persimpangan dalam menentukan kenaikan harga jual produknya ke konsumen. Sebab ketika mereka mengerek harga jual produk, maka konsumen akan beralih ke merek dan produk lain yang lebih murah.

Unilever Plc  memperkirakan inflasi biaya bahan baku pada semester II/2022 akan mencapai sebesar 2,7 miliar euro (US$2,8 miliar). Nilai tersebut membengkak dari semester I/2022. Seperti dikutip dari Bloomberg,  Chief Financial Officer Graeme Pitkethly Unilever Plc mengatakan sejauh ini perusahaan telah menanggung sekitar dua pertiga dari kenaikan biaya produksi dari harga jual ke konsumen.

Sebelumnya, analis Jefferies India yang dipimpin oleh Vivek Maheshwari dalam risetnya juga menyebut Hindustan Unilever menjadi salah satu perusahaan yang paling terekspos larangan ekspor CPO Indonesia. Sebab, India membeli sekitar 8 ton minyak nabati setiap tahun atau sekitar setengahnya berasal dari Indonesia.

 

3. Lingkaran Risiko di Sekeliling Indonesia Versi Bank Dunia

Fundamental makro yang sehat sebelum pandemi memungkinkan Indonesia membangun penyangga keuangan dan fiskal untuk merespons krisis.

Namun, Bank Dunia, melalui laman resminya mengemukakan bahwa Indonesia menghadapi beberapa tantangan struktural jangka panjang yang dapat memengaruhi fase pemulihan.

Manajemen makro yang hati-hati telah dibatasi oleh upaya pajak yang rendah, pasar keuangan yang dangkal, dan tantangan daya saing. Indonesia merespons krisis dengan baik, termasuk dalam mengatasi tantangan tersebut melalui reformasi struktural untuk mendorong perpajakan dan investasi.

Indonesia menghadapi tantangan siklus jangka pendek yang dapat membebani pemulihan. Karena Covid-19 dapat menjadi endemik, diperlukan strategi untuk mempercepat program vaksinasi.

Risiko dari pengetatan moneter Amerika Serikat juga dapat meningkatkan biaya pembiayaan eksternal, dan meningkatnya ketegangan di Eropa memperburuk lingkungan eksternal.

Sementara itu, pekerjaan dan pendapatan belum kembali ke tingkat sebelum pandemi, terutama di rumah tangga rentan, dan cakupan program bantuan sosial di antara kelompok sasaran masih rendah.

 

4. Pecah Rekor, Kendaraan Mudik ke Trans-Jawa Melonjak 165,5%

Lampu hijau yang diberikan pemerintah untuk mudik Lebaran tahun ini menjadi momen yang tak disia-siakan masyarakat. Setelah 2 tahun vakum diadakannya mudik, di tahun ini masyarakat mulai berbondong-bondong pulang kampung untuk bersilahturahmi.

Sejak Jumat (22/4/2022), pemudik tercatat ada yang mengambil start untuk pulang kampung terlebih dahulu. Volume lalu lintas pemudik yang keluar dari Jabotabek pun yang melintasi ruas tol makin tinggi seiring mendekati hari Lebaran.

Puncaknya, pada Jumat (29/4/2022) PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat rekor tertinggi melayani volume lalu lintas tertinggi pada periode arus mudik sepanjang libur Hari Raya Idul Fitri di Indonesia selama ini. Di hari tersebut, sebanyak 105.016 kendaraan meninggalkan Jabotabek menuju Timur yakni Cirebon, Semarang, Solo, Surabaya, dan sekitarnya.

Angka ini melonjak tajam sebesar 165,5 persen dari lalu lintas normal periode November 2021 sebanyak 39.554 kendaraan. Jumlah pemudik yang sebesar 105.016 kendaraan ini tentu memecahkan rekor sebelumnya.

Pada periode arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2019 lalu, Jasa Marga juga mencatat rekor tertinggi melayani volume lalu lintas saat arus mudik, yaitu sebanyak 103.077 kendaraan meninggalkan Jabotabek menuju timur via jalan Tol Trans-Jawa yang melintas melalui GT Cikampek Utama.

Adapun sejak Jumat (22/4) hingga Jumat (29/4), jumlah kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek menuju arah Trans-Jawa melalui GT Cikampek Utama Ruas Tol Jakarta - Cikampek mencapai 487.344 kendaraan yang meningkat 81,2 persen dari lalin normal.

 

5. Strategi Pertamina di Kilang Cilacap Amankan Kebutuhan BBM

Sebagai salah satu dari tujuh jajaran unit pengolahan bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air dengan kapasitas produksi terbesar, Refinery Unit IV Cilacap dijaga betul agar ketersediaan stok bahan bakar tersebut dalam kondisi aman.

Apalagi, konsumsi BBM diproyeksikan terus meningkat setiap tahunnya, terutama pada masa Lebaran 2022, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mempersilakan masyarakat untuk melakukan mudik.

Setidaknya, konsumsi selama arus mudik Lebaran tahun ini diprediksikan mengalami peningkatan hingga 10 persen—15 persen dibandingkan dengan periode yang sama Lebaran 2019.

Secara nasional, Refinery Unit IV Cilacap yang memiliki kapasitas produksi 348.000 barel per hari dan terlengkap fasilitasnya memasok 34 persen kebutuhan BBM di dalam negeri. Sementara itu, untuk kebutuhan BBM di Pulau Jawa, sekitar 60 persennya dipasok dari Kilang Cilacap.

Untuk memantau kondisi Kilang Cilacap saat operasional maupun perawatan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, mengoperasikan fasilitas strategic command center (SCC).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina bbm subsidi Top 5 News Bisnisindonesia.id

Sumber : Bisnisindonesia.id

Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top