Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grab, Singtel, dan Sea Group Kantongi Lisensi Bank Digital di Malaysia

Sea Limited yang merupakan induk perusahaan platform e-commerce Shopee mendapatkan lisensi tersebut melalui konsorsium bersama dengan YTL Digital Capital.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 30 April 2022  |  10:21 WIB
Ilustrasi Grab - Istimewa
Ilustrasi Grab - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Grab dan Sea Limited menjadi 2 dari 5 pemenang lisensi bank digital di Malaysia yang diumumkan oleh Bank Negara Malaysia.

Mengutip Business Times pada Sabtu (30/4/2022), Grab memenangkan lisensi tersebut melalui konsorsium yang dipimpin oleh GXS Bank dan Kuok Brothers. GXS Bank merupakan perusahaan joint venture yang dibangun oleh Grab dan operator telekomunikasi Singapura, Singtel.

Sementara itu, Sea Limited yang merupakan induk perusahaan platform e-commerce Shopee mendapatkan lisensi tersebut melalui konsorsium bersama dengan YTL Digital Capital. Sebelumnya, Grab dan Sea Limited telah berhasil mendapatkan lisensi bank digital Singapura pada 2020 lalu.

Sebelum pengumuman pemenang oleh bank sentral Malaysia, kedua konsorsium dikabarkan sudah diprediksi akan mendapatkan lisensi mengingat latar belakang kedua perusahaan sebagai penyedia layanan keuangan digital dan infrastruktur eksisting yang dapat mendukung layanan perbankan digital di masa depan.

Sebanyak 29 konsorsium mengajukan diri untuk mendapatkan lisensi bank digital pada Juni 2020 lalu. Malaysia menjadi negara ketiga di Asia Tenggara yang mengeluarkan lisensi bank digital, setelah Singapura dan Filipina.

Selain Grab – Singtel dan Sea Limited, 3 kelompok lain yang mendapatkan lisensi bank digital adalah konsorsium RHB Bank dan Boost Holdings, Grup Aeon melalui Aeon Credit Service dan MoneyLion, serta KAF Investment Bank.

Boost merupakan unit usaha dari operator telekomunikasi Malaysia, Axiata. Sebelum menjadi penyedia layanan micro-financing dan micro-insurance, Boost merupakan platform aplikasi pembayaran nir tunai (cashless). Sementara RHB adalah bank terbesar keempat di Malaysia.

Aeon Credit Service telah beroperasi di Malaysia selama 25 tahun dan telah memiliki 65 gerai dan lebih dari 4 juta pelanggan. Sementara, MoneyLion adalah bank digital di AS yang menawarkan pinjaman, layanan finansial serta layanan investasi kepada nasabahnya.

Sementara itu, KAF Investment Bank merupakan unit usaha dari KAF Group yang bermitra dengan platform e-commerce mobil terbesar di Asia Tenggara, Carsome, serta perusahaan fintech MoneyMatch.

Dalam keterangan resminya, Bank Negara Malaysia mengatakan kriteria penilaian bank digital mencakup karakter dan integritas pendaftar, kecukupan sumber daya finansial, kesehatan dan kelayakan rencana bisnis dan teknologi, serta kemampuan pendaftar untuk mengisi celah dalam inklusi finansial.

Sebelum dapat beroperasi, para pemenang lisensi tersebut kini memasuki periode kesiapan operasional yang akan divalidasi oleh Bank Negara Malaysia melalui audit. Proses ini akan memakan waktu sekitar 12 – 24 bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia shopee Grab Bank Digital
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top