Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapuas Prima Coal (ZINC) Targetkan Penjualan Naik 40 Persen pada 2022, Ini Alasannya

penjualan Kapuas Prima Coal (ZINC) ditargetkan bertumbuh lebih baik dengan target penjualan mencapai sekitar Rp1,2 triliun pada 2022.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 29 April 2022  |  10:20 WIB
Penambangan PT Kapuas Prima Coal Tbk. - Istimewa
Penambangan PT Kapuas Prima Coal Tbk. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen produk metal, PT Kapuas Prima Coal Tbk. (ZINC), menargetkan pertumbuhan penjualan lebih dari 40 persen pada 2022.

Direktur Kapuas Prima Coal Evelyne Kioe menargetkan kinerja cemerlang pada 2021 dapat berlanjut pada tahun ini. Dengan demikian, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan cukup tinggi.

"Kami berharap pada tahun 2022 ini, penjualan ZINC dapat bertumbuh lebih baik dengan target penjualan mencapai sekitar Rp1,2 triliun,” paparnya dalam keterangan, Jumat (29/4/2022).

Pada 2021, emiten bersandi ZINC ini mencatatkan penjualan sebesar Rp838,8 miliar atau naik sebesar 38 persen dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp608,1 miliar.

Sementara itu, laba bersih ZINC juga melesat 165 persen mencapai sebesar Rp77,2 miliar dari Rp29,1 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Evelyne melanjutkan, melihat perekonomian yang sudah mulai lebih baik pada 2022 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ZINC optimistis pada tahun ini dapat mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.

ZINC memproyeksikan dapat memproduksi sebesar 550.000--642.000 ton ore. Sementara untuk penjualan, ZINC menargetkan dapat menjual sekitar 31.980 ton konsentrat timbal, dan 61.245 ton konsentrat seng di tahun 2022.

"Target untuk bijih besi juga kami targetkan sebesar 180.000 ton sampai dengan akhir tahun," katanya.

Lebih lanjut, target ini terlepas situasi ketegangan geopolitik di wilayah Eropa Timur yang telah menyebabkan kelangkaan beberapa komoditas, sehingga harga-harga komoditas meningkat cukup signifikan di awal tahun 2022 ini.

"Kelangkaan akan beberapa komoditas ini juga membuat kami mempercepat mengejar target penyelesaian Smelter Zinc di Kalimantan di Kuartal III/2023 sehingga dapat membantu kebutuhan dalam negeri komoditas ZINC yang sampai hari ini masih dipenuhi 100 persen dari impor,” kata Evelyn.

ZINC merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan usaha dalam di bidang pertambangan bijih besi (Fe) dan Galena yang kemudian diolah menjadi konsentrat timbal (Pb) dan konsentrat seng (Zn).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten target emiten kapuas prima coal
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top