Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dana Kelolaan Reksa Dana Turun, Dipakai Investor Mudik Lebaran?

Lebaran tahun ini pemerintah memperkirakan 85 juta masyarakat Indonesia lakukan mudik, sehingga dana kelolaan reksa dana jelang akan turun.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 28 April 2022  |  16:50 WIB
Foto udara sejumlah kendaraan antre melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat
Foto udara sejumlah kendaraan antre melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Lebaran tahun ini pemerintah memperkirakan 85 juta masyarakat Indonesia lakukan mudik, sehingga dana kelolaan reksa dana jelang akan turun.

Vice President PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengungkapkan, salah satu reksa dana yang aman dan likuid adalah reksa dana pasar uang yang menurutnya sering digunakan masyarakat maupun perusahaan untuk mempersiapkan dana Tunjangan Hari Raya (THR).

Sebab tidak jarang perusahaan menempatkan sebagian dana THR karyawannya di reksa dana pasar uang.

 “Jadi umumnya ada penarikan juga ya dan juga masyarakat sendiri di tahun ini karena ada mudik lebaran dibuka luas oleh pemerintah wajar aja sih kalau masyarakat memilih untuk mencairkan dulu reksa dana untuk memegang uang cash terutama untuk bekal mudik,” ungkap Wawan kepada Bisnis, Kamis (28/4/2022).

Wawan pun menyampaikan kalau tahun ini terjadi penurunan dana kelolaan reksa dana, itu adalah hal yang wajar. Di samping itu, dia juga percaya bahwa setelah Lebaran nanti masyarakt akan kembali melakukan investasi.

Apalagi menurutnya di tahun ini sangat wajar jika pengeluaran atau biaya yang dikeluarkan masyarakat pada tahun ini akan lebih tinggi dari rata-rata sebelumnya karena bisa dibilang sebagai “balas dendam” karena sudah dua tahun tidak mudik.

Kalau memang terjadi penurunan dana kelolaan reksa dana di bulan Ramadan jelang Lebaran tahun ini, Wawan pun percaya penurunan tersebut hanya terjadi sementara saja.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam lima tahun terakhir, pada momen Ramadan dan Lebaran terjadi penurunan dana kelolaan reksa dana.

Pada tahun 2018, dana kelolaan reksa dana bulan Mei dan Juni mengalami penurunan jika dibandingkan dengan dana kelolaan bulan sebelumnya yaitu pada bulan April 2018 sebesar Rp507,24 triliun lalu bulan berikutnya turun masing-masing menjadi Rp504,12 triliun dan Rp486,25 triliun.

Kemudian pada tahun 2019, dana kelolaan reksa dana pada bulan Mei tercatat sebanyak Rp507,99 triliun yang turun jika dibandingkan dengan bulan April sebanyak Rp513,08 triliun. Selanjutnya pada tahun Mei 2020 tercatat jumlah dana kelolaan reksa dana sebesar Rp474,20 triliun yang turun dari April 2020 sebesar Rp475,60 triliun.

Penurunan dana kelolaan reksa dana juga terjadi pada momen Ramadan dan Lebaran tahun 2021, yaitu pada bulan Mei tercatat sebesar Rp536,29 triliun sedangkan pada April tercatat sebanyak Rp568,02 triliun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investor OJK reksa dana Mudik Lebaran
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top