Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukalapak (BUKA) Berbalik Laba Rp14,54 Triliun, Berkat Allo Bank (BBHI)

Bukalapak (BUKA) mencatat laba bersih sebesar Rp14,54 triliun pada kuartal I/2022, berbalik dari rugi Rp324 miliar pada kuartal I/2021.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 28 April 2022  |  10:28 WIB
Warga menggunakan aplikasi Bukalapak di Jakarta, Selasa (18/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Warga menggunakan aplikasi Bukalapak di Jakarta, Selasa (18/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) berhasil mengubah rugi menjadi laba bersih pada kuartal I/2022 imbas dari investasi di PT Allo Bank Tbk. (BBHI). 

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan sampai dengan 31 Maret 2022, emiten bersandi BUKA ini berhasil membukukan pendapatan yang tumbuh sebesar 86 persen menjadi Rp788 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu pendapatan Mitra pada kuartal I/2022 meningkat sebesar 227 persen menjadi Rp 472 miliar, atau naik sebesar 47 persen dibandingkan kuartal IV/2021. Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan Perseroan menunjukkan peningkatan dari 34 persen pada kuartal I/2021 menjadi 60 persen pada kuartal I/2022.

Selain itu, BUKA juga mencatat laba operasional sebesar Rp14,42 triliun pada kuartal I/2022. Capaian ini berbalik dari rugi Rp328 miliar pada kuartal I/2021.

“Hal ini terutama disebabkan oleh laba nilai investasi dari PT Allo Bank Tbk. Oleh karena itu, Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp14,54 triliun pada kuartal I/2022, berbalik dari rugi Rp324 miliar pada kuartal I/2021,” tulis manajemen BUKA dalam keterangan pers, Kamis (28/4/2022).

Bukalapak juga terus menunjukkan pertumbuhan yang positif, di mana Total Processing Value (TPV) selama kuartal pertama 2022 tumbuh sebesar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp34,1 triliun pada kuartal I/2022.

Pertumbuhan TPV BUKA didukung oleh peningkatan jumlah transaksi sebesar 34 persen sepanjang 3 bulan pertama 2021 sampai dengan kuartal I/2022. Sebanyak 74 persen TPV Perseroan berasal dari luar daerah tier 1 di Indonesia, di mana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung serta toko ritel tradisional terus menunjukan pertumbuhan yang kuat.

Mitra Bukalapak juga menjadi penggerak utama pertumbuhan perseroan, pasalnya TPV Mitra pada kuartal I/2022 bertambah sebesar 78 persen menjadi Rp17,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi Mitra terhadap TPV perseroan meningkat dari 35 persen pada kuartal I/2021 menjadi 51 persen pada kuartal I/2022.

“Pertumbuhan Mitra ini didukung oleh berkembangnya variasi produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para Mitra. Pada akhir Maret 2022, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 13,1 juta, meningkat dari 11,8 juta pada akhir Desember 2021,” papar manajemen perseroan.

Perseroan berkomitmen untuk fokus pada strategi agar dapat mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, diiringi dengan pengelolaan beban yang baik. Pada periode kuartal I/2022, rasio beban umum dan administrasi (tidak termasuk kompensasi berbasis saham) terhadap TPV menjadi 1,0 persen dibandingkan dengan 1,1 persen pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Namun, Bukalapak masih membukukan rugi pada adjusted EBITDA sebesar Rp372 miliar pada kuartal I/2022. Rasio adjusted EBITDA terhadap TPV menunjukkan peningkatan dari -1,2 persen di kuartal I/2021 menjadi -1,1 persen di kuartal I/2022.

Di samping peningkatan efisiensi, Bukalapak juga memiliki permodalan yang kuat dengan posisi kas sebesar Rp20 triliun pada akhir Maret 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten Bukalapak ecommerce Allo Bank
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top