Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Persiapan Opor Ayam Lebaran, Analis Jagokan Saham Emiten Unggas JPFA dan WMUU

Saham JPFA dan WMUU menjadi pilihan utama emiten perunggasan, berpotensi terkena sentimen positif jelang lebaran.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 21 April 2022  |  13:08 WIB
Widodo Makmur Unggas punya visi menjadi perseroan terbesar di asia tenggara dalam penyediaan produk pangan berbasis protein hewani dengan prinsip, tumbuh dan sukses bersama.  - Widodo Makmur Unggas
Widodo Makmur Unggas punya visi menjadi perseroan terbesar di asia tenggara dalam penyediaan produk pangan berbasis protein hewani dengan prinsip, tumbuh dan sukses bersama. - Widodo Makmur Unggas

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten unggas PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) dan PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU) direkomendasikan analis seiring potensi kenaikan harga bahan baku jelang Idul Fitri.

Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Emma Almira Fauni memaparkan, emiten unggas diperkirakan mengalami pertumbuhan pendapatan moderat di 2022. 

Hal ini terkait dengan kenaikan terbatas dari ayam broiler dan ayam day old chicken (DOC) serta kenaikan harga bahan baku untuk pakan menetapkan basis baru.

“Pilihan utama kami di bidang perunggasan adalah JPFA dan WMUU. Keduanya saat ini diperdagangkan price earning ratio (P/E) masing-masing 8.7x dan 5.8x,” jelas Emma dalam hasil risetnya, Kamis (21/4/2022).

Pada Maret 2022, harga rata-rata bulanan ayam pedaging di wilayah Jawa Barat menguat 5,6 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp19.900 per kilogram. Pasalnya, mobilitas masyarakat selama bulan Ramadan meningkat di tengah melemahnya kasus positif Covid-19 harian.

Di bulan ini, harga broiler semakin menguat hingga mencapai Rp21.700 per kilogramnya. Emma menilai, adanya sentimen positif jelang musim idul Fitri turut mendorong peningkatan harga.

Sedangkan ayam DOC di wilayah Jawa Barat juga tetap mempertahankan rata-rata harganya di kisaran Rp7.100 per ekor yang didorong oleh kenaikan harga broiler. 

“Segmen ayam pedaging diperkirakan akan mengalami sedikit ekspansi margin mengingat harga rata-rata ayam pedaging yang lebih tinggi di pasar pada kuartal pertama 2022 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya,” imbuh Emma.

Segmen ayam DOC juga akan memantau ekspansi margin yang didorong oleh penguatan harga di pasaran.

Sementara segmen pakan diprediksi akan mengalami penurunan tekanan margin berkat musim panen jagung sejak pertengahan Maret yang diperkirakan akan berlangsung hingga April/Mei 2022.

“Secara keseluruhan, sedikit ekspansi margin diharapkan terlihat pada ketiga segmen tersebut,” sebut Emma.

Lebih lanjut, pendapatan kuartalan terbaik untuk integrator unggas kemungkinan akan terjadi pada kuartal pertama 2022 dan berlanjut hingga kuartal berikutnya, dengan asumsi regulator gagal menahan harga ayam yang tinggi sebagai bagian dari upaya untuk menjaga inflasi tetap terkendali. 

Pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (21/4/2022) pukul 11.45 WIB, saham JPFA terpantau stagnan dan belum mencatatkan nilai transaksi. Emiten produsen karkas ayam merek Best Chicken ini masih parkir di level 1.410 dengan kapitalisasi pasar Rp16,53 triliun.

Sedangkan WMUU justru terkerek 0,68 persen ke level 145. Saham dengan kapitalisasi pasar senilai Rp1,88 triliun ini memproduksi telur, ayam komersial dan pakan ayam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham rekomendasi saham unggas emiten perunggasan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top