Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rangkuman Data Perkembangan Harga Emas & Harga Minyak Selama Maret 2022

Simak data lengkap beserta visualisasi perkembangan harga minyak global serta harga emas global dan lokal selama Maret 2022.
DataIndonesia.id
DataIndonesia.id - Bisnis.com 31 Maret 2022  |  10:57 WIB
Harga emas cenderung naik selama Maret. Foto ilustrasi.  - Bloomberg
Harga emas cenderung naik selama Maret. Foto ilustrasi. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -Simak data lengkap beserta visualisasi perkembangan harga minyak global serta harga emas global dan lokal selama Maret 2022 di sini dan di sini.

Harga emas dunia mengalami tren naik sepanjang Maret 2022. Emas batangan 24 karat Antam juga mengalami tren serupa.

Harga emas terpantau bergerak fluktuatif dalam sebulan terakhir. Kondisi ini terjadi karena terus meningkatnya agresi Rusia ke Ukraina yang meningkatkan risiko geopolitik, sehingga mendorong permintaan emas sebagai aset aman (safe-haven).

Hingga saat ini, belum ada titik terang perdamaian di antara kedua negara Eropa Timur tersebut. Padahal, kedua negara telah melakukan negosiasi yang diharapkan bisa membuat terjadinya gencatan senjata.

Selain itu, kenaikan harga emas didorong oleh pengumuman kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed). Bank sentral AS meningkatkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) sesuai ekspektasi pasar.

Pergerakan harga emas Antam tak berbeda jauh dengan logam kuning dunia. Pada Maret 2022, harga emas Antam menyentuh level tertingginya di level Rp1.036.000 pada Rabu (09/03).

Emas Antam diperdagangkan paling rendah sebesar Rp977.000 pada Selasa (01/03). (Baca: Daftar Harga Emas Antam (28 Maret 2022))

Sementara itu, harga minyak dunia berfluktuasi sepanjang Maret 2022. Konflik Rusia dan Ukraina mewarnai gonjang-ganjing harga emas hitam di pasar global tersebut. 

Harga minyak jenis Brent sempat menyentuh level tertingginya sejak 2014 di level US$112 per barel pada awal Maret 2022. Harga minyak jenis WTI juga mencapai puncaknya dalam delapan tahun terakhir sebesar US$110 per barel pada awal bulan ini.

Melejitnya harga minyak karena pasar khawatir pasokan minyak dari Rusia terhambat setelah menginvasi Ukraina. Terlebih lagi, negara Barat memberikan sanksi embargo kepada Rusia sebagai bentuk protes. 

Namun, harga mulai mendingin ketika Amerika Serikat (AS) dan sekutunya mempertimbangkan untuk mengeluarkan minyak cadangan mereka lebih banyak ke pasar global. Ini dilakukan guna menurunkan lonjakan harga yang sudah tinggi. 

Data dan visualisasi selengkapnya dalam tautan ini.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini Harga Minyak

Sumber : DataIndonesia.id

Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top