Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garudafood (GOOD) Siapkan Capex Rp350 Miliar, Bidik Kenaikan Penjualan 10 Persen

Garudafood akan menggunakan sebagian besar capex untuk menjaga kualitas dan kapasitas yang ada dan menambah kapasitas lini-lini yang produknya mengalami peningkatan permintaan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 31 Maret 2022  |  21:10 WIB
Makanan ringan.  - Garudafood
Makanan ringan. - Garudafood

Bisnis.com, JAKARTA — PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) beserta entitas anak usahanya menyiapkan alokasi belanja modal atau capex sebesar Rp350 miliar pada tahun ini. Perusahaan akan menggunakan alokasi dana tersebut untuk menambah kapasitas usaha di tengah momentum membaiknya permintaan.

Direktur Garudafood Paulus Tedjosutikno mengatakan tahun ini GOOD membidik pertumbuhan penjualan sebesar 10 persen, didorong oleh optimisme kondisi perekonomian yang memperlihatkan tren pemulihan.

“Untuk 2022, Garudafood dan anak usahanya mengalokasikan sekitar Rp350 miliar. Sebagian besar untuk menjaga kualitas dan kapasitas yang ada dan menambah kapasitas lini-lini yang produknya mengalami peningkatan permintaan, baik di GOOD maupun di KEJU, anak usaha kami,” kata Paulus dalam paparan publik, Kamis (31/3/2022).

Paulus mengemukakan tren penjualan pada awal 2022 telah memperlihatkan perbaikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Adapun sepanjang 2021, perusahaan mencetak kenaikan penjualan sebesar 13,99 persen dari dari Rp7,71 triliun pada 2020 menjadi Rp8,79 triliun di 2021.

Kenaikan penjualan mayoritas disumbang penjualan domestik yang tumbuh dari Rp7,35 triliun pada 2020 menjadi Rp8,40 triliun. Sementara itu, penjualan ekspor naik dari Rp364,91 miliar menjadi Rp390,69 miliar.

Dari sisi segmen, penjualan makanan dalam kemasan naik dari Rp6,66 triliun pada 2020 menjadi Rp7,63 triliun pada 2021. Sementara itu, penjualan minuman naik dari Rp1,05 triliun menjadi Rp1,16 triliun dan penjualan lain-lain justru turun dari Rp186,07 juta pada 2020 menjadi Rp167,11 juta.

Paulus mengatakan perusahaan akan mengembangkan pasar domestik dan ekspor demi mengejar pertumbuhan pada 2022. Garudafood juga berencana meluncurkan produk baru dalam daftar portofolionya, serta memperluas distribusi melalui penetrasi ke area baru maupun pada lini bisnis baru.

Saat ini, perusahaan telah mulai memasuki lini bisnis jasa makanan melalui anak usaha Mulia Boga Raya (KEJU) telah meluncurkan brand K-JU yang merupakan hasil kolaborasi dengan Yummy Kitchen. Selain itu, melalui anak usaha Sinar Niaga Sejahtera (SNS), perusahaan juga menjajal bisnis distribusi alat kesehatan dan bisnis pergudangan.

“Kami juga sudah mendapatkan izin pada SNS untuk mendistribusikan tidak hanya makanan dan minuman, tetapi juga untuk alat kesehatan dan bisnis pergudangan,” terang Paulus.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten garudafood GOOD
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top