Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mayoritas Reksa Dana Pekan Lalu Tumbuh Meskipun Ukraina Bergejolak

Mayoritas instrumen reksa dana pada pekan kedua Maret 2022 mencatatkan kinerja positif, meski terdapat beberapa tekanan di pasar modal serta Ukraina versus Rusia.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 14 Maret 2022  |  13:45 WIB
Mayoritas  Reksa Dana Pekan Lalu Tumbuh Meskipun Ukraina Bergejolak
Karyawati beraktivitas di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Mayoritas instrumen reksa dana pada pekan kedua Maret 2022 mencatatkan kinerja positif, meski terdapat beberapa tekanan di pasar modal.

Berdasarkan laporan mingguan Infovesta yang dirilis Senin (14/3/2022), pada periode 4 Maret 2022 hingga 11 Maret 2022, kinerja instrumen reksa dana bergerak dalam rentang minus 0,42 persen hingga 0,27 persen.

“Di tengah penurunan tipis IHSG 0,08 persen secara mingguan, reksa dana saham membukukan [kenaikan] imbal hasil sebesar 0,27 persen,” tulis Infovesta dalam laporannya, Senin (14/3/2022).

Selain itu, reksa dana campuran pada pekan turut tumbuh sebesar 0,11 persen, di tengah pelemahan terbatas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan indeks acuan obligasi pemerintah (IGBI) yang tertekan cukup dalam sebesar 0,45 persen.

Di sisi lain, indeks acuan obligasi korporasi (ICBI) yang tumbuh 0,05 persen belum mampu mengangkat kinerja reksa dana pendapatan tetap sehingga instrumen tersebut pada pekan lalu mencatatkan penurunan kinerja sebesar 0,42 persen.

Selanjutnya untuk reksa dana pasar uang, pada pekan lalu masih mencatatkan kinerja stabil yaitu tumbuh 0,05 persen.

Secara year to date (ytd) atau sepanjang tahun hingga Jumat (11/3/2022), kinerja reksa dana campuran tercatat masih pimpin pertumbuhan kinerja dengan kenaikan 2,02 persen ytd. Lalu disusul oleh kinerja reksa dana saham dengan kenaikan 1,81 persen ytd.

Sementara itu, reksa dana pasar uang mencetak pertumbuhan 0,50 persen ytd dan reksa dana pendapatan tetap turun sebesar 0,28 persen ytd.

Beralih ke instrumen reksa dana syariah dalam sepekan, reksa dana campuran syariah terpantau memimpin kinerja dengan tumbuh 0,07 persen, lalu diikuti reksa dana pasar uang syariah dengan naik 0,05 persen.

Reksa dana saham syariah dan reksa dana pendapatan tetap syariah selama sepekan sebaliknya mencetak pelemahan kinerja yang masing-masing turun sebesar 0,14 persen dan 0,21 persen.

“Tekanan terhadap pasar modal baik di pasar saham maupun surat utang disebabkan oleh rilis terbaru inflasi AS per Februari 2022 sebesar 7,9 persen yang terus melonjak di mana memunculkan kekhawatiran kebijakan The Fed akan semakin hawkish,” tulis Infovesta.

Di tambah lagi, konflik Rusia-Ukraina yang belum juga menemui kesepakatan serta sanksi diberlakukannya embargo minyak dan gas Rusia juga berpotensi menjadi faktor pendorong lonjakan inflasi lainnya

Infovesta juga melaporkan bahwa aliran dana investor asing di pasar saham tercatat melakukan aksi jual bersih atau sell-off sebesar Rp10,7 triliun dalam sepekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi pasar modal Rusia reksa dana
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top