Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rekomendasi Saham CPIN dan JPFA saat Penjualan Ayam Olahan Naik

Untuk menghadapi tantangan Covid-19 yang masih berlanjut, BNI Sekuritas menilai emiten di sektor perunggasan perlu melakukan penyesuaian dari sisi pemasaran dan penyaluran barang.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 14 Februari 2022  |  21:10 WIB
Rekomendasi Saham CPIN dan JPFA saat Penjualan Ayam Olahan Naik
Pekerja memeriksa kondisi kandang dan ayam di peternakan ayam modern Naratas, Desa Jelat, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (11/4 - 2020). /Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah katalis diyakini bakal memengaruhi kinerja sejumlah emiten perunggasan pada 2022, seiring prospek positif sektor ini di tengah membaiknya ekonomi. Namun sejumlah tantangan bisa mengganjal realisasi proyeksi ini.

Analis BNI Sekuritas Mikhail Johanes dalam risetnya menyebutkan berlanjutnya pandemi Covid-19 membuat produsen berisiko menanggung beban tingginya biaya produksi yang tidak diikuti dengan serapan pasar.

Harga pakan tercatat stabil tinggi pada 2022. Rabobank memprediksi harga pakan naik sampai 5 persen secara tahunan imbas dari permintaan bahan baku yang lebih kuat dan pasokan yang masih ketat.

Di Indonesia, lanjut Mikhail, produksi daging ayam diramal naik dari 2,8 juta ton menjadi 3,7 juta ton dalam kurun 2020 sampai 2024. Pertumbuhan konsumsi di Indonesia akan didorong sisi industri seperti produksi ayam olahan dan meningkatnya penjualan di ritel modern.

Namun, prospek konsumsi ini perlu diikuti dengan kebijakan pemerintah mengurangi populasi dengan culling dan penetapan harga acuan untuk mencegah oversupply dan volatilitas harga.

“Kami tetap positif terhadap sektor ini seiring dengan pembukaan ekonomi, meningkatnya tren memasak di rumah, dan makin baiknya adopsi teknologi,” tulis Mikhail dalam riset yang dikutip Senin (14/2/2022).

Untuk menghadapi tantangan Covid-19 yang masih berlanjut, Mikhail mengatakan perusahaan di sektor perunggasan perlu melakukan penyesuaian dari sisi pemasaran dan penyaluran barang.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang memiliki basis pasar yang kuat, operasional yang teritegrasi, efisiensi biaya, ekspansi yang agresif, serta potensi pertumbuhan kinerja menjadi segelintir emiten yang menjadi top picks di tengah prospek ini.

“Tren permintaan global dan kebijakan pemerintah yang akomodatif juga akan mendukung kinerja. Kami menetapkan target harga Rp7.100 untuk CPIN dan Rp1.950 untuk JPFA,” katanya.

Saham CPIN tercatat terkoreksi 50 poin atau turun 0,85 persen menjadi Rp5.800 dengan kapitalisasi pasar Rp95,11 triliun. Saham JPFA juga tercatat melemah 0,94 persen menjadi Rp1.580 dengan kapitalisasi pasar Rp18,53 triliun.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

japfa comfeed rekomendasi saham charoen pokphand indonesia emiten perunggasan bni sekuritas
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top