Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dolar AS Jatuh ke Level Terendah dalam Seminggu di Tengah Keperkasaan Euro

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, dengan euro sebagai komponen terbesar, turun 0,3 persen menjadi 95,9260. Indeks berada di jalur persentase kerugian mingguan terbesar sejak November 2020, di 1,3 persen.
Petugas menata tumpukan uang dolar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (18/4/2018)./ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Petugas menata tumpukan uang dolar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (18/4/2018)./ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Dolar AS terjerembap ke level terendah lebih dari satu minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (3/2/2022), setelah data menunjukkan penurunan pekerjaan sektor swasta AS pada Januari 2022 karena peningkatan infeksi Covid-19.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, dengan euro sebagai komponen terbesar, turun 0,3 persen menjadi 95,9260. Indeks berada di jalur persentase kerugian mingguan terbesar sejak November 2020, di 1,3 persen.

Euro sendiri tercatat naik untuk hari ketiga berturut-turut, bangkit dari level terendah 20 bulan pekan lalu, karena inflasi zona euro meningkat ke rekor tertinggi baru bulan lalu. Itu memicu spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) dapat menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.

Automatic Data Processing (ADP) pada Rabu (2/2/2022) melaporkan bahwa data gaji swasta AS turun 301.000 pekerjaan bulan lalu. Data untuk Desember direvisi lebih rendah menunjukkan 776.000 pekerjaan ditambahkan bukannya 807.000 yang dilaporkan awalnya.

Dilansir oleh Antara, Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan peningkatan 207.000 dalam data gaji swasta.

"Pasar bersiap dengan baik untuk penurunan gaji Januari yang didorong oleh Omicron, dan dalam beberapa hari terakhir sejumlah pejabat Fed telah mengisyaratkan kenyamanan dengan arah ekonomi yang mendasarinya," kata Karl Schamotta, Kepala Strategi Pasar di Cambridge Global Payments di Toronto.

Sementara itu, di zona euro, pasar memperkirakan ECB untuk berubah hawkish setelah angka inflasi tahunan sebesar 5,1 persen pada Januari, naik lebih dari dua kali target 2,0 persen ECB.

Dalam jangka pendek, euro tergantung pada apa yang dikatakan Presiden ECB Christine Lagarde pada Kamis. Beberapa analis percaya bank akan tetap berpegang pada panduan tidak ada kenaikan tahun ini, yang akan membebani euro.

Sterling naik 0,4 persen menjadi 1,3584 dolar, setelah sebelumnya mencapai puncak hampir dua minggu terhadap dolar di 1,3587 dolar menjelang pertemuan kebijakan bank sentral Inggris (BOE) pada Kamis waktu setempat.

Investor telah sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga dasar BOE sebesar 25 basis poin menjadi 0,5 persen pada Kamis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper