Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hati-Hati IHSG Rawan Koreksi, Cek Saham MEDC Sampai BBCA

Skenario untuk IHSG adalah bergerak agresif jika mampu break resistance menuju level 6.755.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 24 Januari 2022  |  07:35 WIB
Hati-Hati IHSG Rawan Koreksi, Cek Saham MEDC Sampai BBCA
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (19/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan terkoreksi usai mencapai rekor pada Jumat (21/1/2022).

Berdasarkan data Bloomberg pada perdagangan Jumat (21/1/2022), IHSG menguat cukup signifikan sebesar 1,5 persen ke level 6.726 dan sedang menguji resistance di 6.738. 

"Skenario terbaiknya, saat ini IHSG sedang berada di akhir wave (a) dari wave [iii] dari wave C dan hal ini akan terkonfirmasi apabila IHSG mampu break resistance 6.755 secara agresif. Namun, apabila IHSG belum sanggup maka label hitam akan berjalan, dimana IHSG sedang berada di akhir wave (ii) dari wave [c] dan rawan koreksi membentuk wave [iii] ke arah 6.464," tulis Tim Riset MNC Sekuritas dalam riset harian, Senin (24/1/2022).

Adapun, level koreksi IHSG terdekat berada pada rentang 6.630-6.680.

MNC Sekuritas hari ini merekomendasikan saham mulai dari PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) untuk Accumulative Buy dengan target harga di 555-575.

"Pada perdagangan akhir pekan kemarin MEDC ditutup menguat 10 poin ke level 520. Kami memperkirakan, saat ini posisi MEDC sedang berada di akhir wave (i) dari wave [c] sehingga penguatan MEDC relatif terbatas dan akan terkoreksi dahulu. Manfaatkan koreksi dari MEDC untuk akumulasi," jelasnya.

Selanjutnya PT United Tractors Tbk. (UNTR) untuk Buy on Weakness dengan target harga di 23.900-24.500.

MNC Sekuritas menjelaskan, selama UNTR belum sanggup menembus 23.900 sebagai resistancenya, maka saat ini posisi UNTR sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c]. Hal ini berarti, UNTR masih rawan terkoreksi kembali dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.

Kemudian saham PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) untuk Buy on Weakness dengan target harga di 2.100 - 2.280 setelah sebelumnya ditutup menguat 1 persen ke level 2.000 pada perdagangan Jumat (21/1/2022). 

Terakhir saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) untuk Buy on Weakness dengan target harga di 8.075 - 8.300 usai ditutup menguat 2,3 persen ke level 7.950 pada perdagangan Jumat (21/1/2022). 

"Kami perkirakan, saat ini BBCA sedang berada di wave [iii] dari wave 5. Hal ini berarti, BBCA berpeluang untuk melanjutkan penguatannya sekaligus menguji resistance," ujar Tim Riset MNC.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top