Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Dua Bank Terbesar AS Mengecewakan, Wall Street Melemah

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,68 persen ke level 35.880,85, sedangkan indeks S&P 500 melemah 0,18 persen ke 4.650,97.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 Januari 2022  |  22:01 WIB
Seorang pelaku pasar tengah memantau pergerakan harga saham di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, Amerika Serikat. - Bloomberg
Seorang pelaku pasar tengah memantau pergerakan harga saham di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, Amerika Serikat. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat melemah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (14/1/2022) setelah kinerja dua bank terbesar di AS berada di bawah ekspektasi.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,68 persen ke level 35.880,85, sedangkan indeks S&P 500 melemah 0,18 persen ke 4.650,97. Di sisi lain, indeks Nasdaq menguat 0,24 persen ke 14.842.

Saham JPMorgan Chase & Co. dan Citigroup Inc. jatuh setelah membukukan penurunan pendapatan yang lebih curam dari perkiraan, sementara Wells Fargo & Co. naik karena memproyeksikan peningkatan penyaluran kredit.

Di sisi lain, indeks Nasdaq mendapat dorongan setelah saham-saham teknologi menguat.

Penjualan ritel turun paling dalam sejak 10 bulan terakhir pada bulan Desember 2021. Hal ini  menunjukkan bahwa inflasi tercepat dalam beberapa dekade terakhir menekan tingkat konsumsi.

Di sisi lain, pertumbuhan output pabrik AS secara tak terduga menurun di tengah perjuangan dari krisis bahan baku dan tenaga kerja.

Survei bulanan Bloomberg terbaru menunjukkan bahwa ekonomi AS diperkirakan mendapat tekanan dari varian omicron, meskipun efeknya hanya akan terasa hingga kuartal I/2022.

Di sisi lain, Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga dari nol pada pertemuannya di bulan Maret karena berusaha untuk mengendalikan tekanan harga.

Pendiri 22V Research Dennis Debusschere mengatakan pergeseran kebijakan The Fed dalam memerangi inflasi, terutama dari tingkat suku bunga riil yang saat ini tertekan, merupakan perubahan paradigma yang akan terus memengaruhi pemulihan ekonomi dalam beberapa bulan mendatang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top