Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Peluang Divestasi, Saham PTPP Bisa Melaju ke Rp1.350?

PTPP tampaknya bakal menjadi perusahaan kontraktor yang diuntungkan dengan anggaran infrastruktur pemerintah pada 2022.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 05 Januari 2022  |  14:25 WIB
Aktivitas konstruksi di proyek jalan tol Semarang-Demak, proyek jalan tol yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT PP (Persero) Tbk. - Instagram @tol_semarang_demak
Aktivitas konstruksi di proyek jalan tol Semarang-Demak, proyek jalan tol yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT PP (Persero) Tbk. - Instagram @tol_semarang_demak

Bisnis.com, JAKARTA - Analis tetap merekomendasikan beli saham PT PP (Persero) Tbk. namun menurunkan target harganya. Rekomendasi ini diberikan melihat prospek divestasi yang dapat dilakukan perseroan kendati kinerja pada 2021 masih lemah.

Analis Panin Sekuritas Restu Pamungkas melihat positif rencana divestasi emiten dengan kode saham PTPP tersebut. Adapun, saat ini PTPP memiliki beberapa proyek jalan tol yang dapat dilepas dalam aski recycling asset seperti jalan tol ruas Pandaan-Malang dengan kepemilikan 35 persen dan ruas Semarang-Demak dengan kepemilikan 73 persen.

Baru-baru ini, PTPP telah melepas seluruh kepemilikan sahamnya yang sebanyak 35 persen di PT Jasamarga Pandaan Malang kepada PT Astra Tol Nusantara. Divestasi ini dinilai akan memperkuat permodalan dan marjin laba bersih PTPP ke depannya.

“Namun, patut dicermati, anggaran infrastruktur 2022 yang mengalami penurunan akan menjadi downside risk untuk kontrak baru perseroan,” tulis Restu dalam riset yang dipublikasikan lewat Bloomberg, dikutip Rabu (5/1/2022).

Pemerintah telah memutuskan anggaran infrastruktur pada 2022 lebih rendah yaitu senilai Rp384,8 triliun dibandingkan 2021 yang senilai Rp417,4 triliun. Kendati demikian, Restu mengingatkan bahwa porsi anggaran masih relatif terjaga yang mengindikasikan pemerintah masih berkomitmen kuat untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur.

PTPP pun tampaknya bakal menjadi perusahaan kontraktor yang diuntungkan dengan anggaran infrastruktur tersebut karena perseroan merupakan salah satu yang dipercaya untuk mengerjakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Secara umum, kami melihat dari dukungan pemerintah yang terus mempercepat PSN akan mendukung pertumbuhan realisasi kontrak baru PTPP di 2022,” tulis Restu.

Hingga Oktober 2021, PTPP baru membukukan realisasi kontrak baru senilai Rp14,5 triliun yang mana proyek dari pemerintah masih mendominasi.

Restu pun menurunkan target kinerja PTPP pada 2021 yaitu pendapatan diperkirakan turun 8,9 persen dan laba bersih turun 29,1 triliun.

Dengan pertimbangan tersebut, saham PTPP tetap direkomendasikan beli namun target harga diturunkan menjadi Rp1.350.

Di lantai bursa, saham PTPP terkoreksi 0,50 persen menjadi Rp1.005 per saham pada pukul 14.06 WIB Rabu (5/1/2022). Dalam enam bulan terakhir, harga PTPP naik 9,84 persen dengan kapitalisasi pasar Rp6,23 triliun.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham ptpp bumn konstruksi
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top