Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan proyek jalan tol Semarang-Demak seksi II di Kecamatan Karangtengah, Demak, Jawa Tengah, Kamis (13/8/2020). Menurut data Kementerian PUPR hingga 2 Agustus 2020, penyerapan belanja infrastruktur telah mencapai 44,15 persen atau senilai Rp33,9 triliun dari total pagu TA 2020 sebesar Rp75,6 triliun, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 456.487 orang pada program Padat Karya Tunai dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19. - ANTARA FOTO/Aji
Lihat Foto
Premium

Angin Segar PTPP & WIKA dari Mandalika

Pengembangan kompleks pariwisata dan kawasan ekonomi khusus digadang-gadang turut berimbas terhadap kinerja keuangan emiten BUMN karya.
M. Nurhadi Pratomo & Dwi Nicken Tari
M. Nurhadi Pratomo & Dwi Nicken Tari - Bisnis.com
10 Desember 2021 | 12:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Rampungnya proyek Mandalika International Street Circuit dan Pullman Hotel Mandalika diyakini akan berimbas positif terhadap PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) dan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP).

Dalam riset terbarunya pekan kedua Desember 2021, Tim Analis J.P. Morgan melaporkan kunjungan ke Mandalika International Street Circuit di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Sirkuit Mandalika dibangun oleh PTPP dengan nilai kontrak Rp940 miliar. Sementara itu, entitas anak WIKA, PT Wijaya Karya Gedung Tbk. (WEGE), menggarap pit building dengan menggunakan tekonologi modular. 

Selain pit building, WEGE juga menjadi kontraktor utama dalam pembangunan Pullman Hotel Mandalika dengan nilai kontrak sekitar Rp638 miliar. Fasilitas itu berlokasi tidak jauh dari sirkuit.Sejalan dengan rampungnya dua proyek tersebut, J.P. Morgan melihat peningkatan kualitas proyek ke standar kelas dunia oleh emiten BUMN karya. Teknologi baru bangunan modular juga dinilai dapat menjadi katalis positif untuk menarik investasi swasta khusus dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK).

J.P. Morgan memang masih mempertahankan pandangan netral terhadap seluruh emiten BUMN karya yakni PTPP, WIKA, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT). Hal itu sejalan dengan realisasi kontrak baru yang masih rendah serta prospek return on equity (ROE). 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top