Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ikuti IHSG, Rupiah Dibuka Menguat Jelang Tutup Tahun

Rupiah menguat 15 poin atau 0,11 persen ke Rp14.241 per dolar AS pada awal perdagangan hari ini di tengah peningkatan IHSG.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 30 Desember 2021  |  09:31 WIB
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti


Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Kamis (30/12/2021) di hadapan dolar AS setelah hari sebelumnya sempat melemah.

Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (30/12/2021) rupiah menguat 15 poin atau 0,11 persen ke Rp14.241 per dolar AS. Seiring dengan pelemahan indeks dolar AS 0,04 persen ke 95,89.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa pelemahan dolar AS disebabkan perdagangan yang menipis karena liburan. Dengan banyak pedagang yang mengambil cuti untuk Natal atau akhir tahun, para analis mengatakan sulit untuk membaca pergerakan.

"Beberapa investor memperingatkan bahwa masih sulit untuk membaca arah nyata dolar dari pergerakannya baru-baru ini karena banyak pedagang yang libur untuk liburan," tulisnya dalam riset, Rabu (29/12/2021).

Seminggu sebelum dan satu setelah Natal adalah periode volatilitas rendah untuk sebagian besar kelas aset termasuk mata uang asing (forex).

Tahun ini beberapa kecenderungan musiman akan bercampur dengan varian Omicron yang mengancam akan memaksa pembatasan baru dan pasar masih memproses sepekan penuh dengan keputusan bank sentral utama.

Selain itu, The Fed secara luas diperkirakan akan mulai menaikkan suku bunga sebelum beberapa bank sentral utama lainnya seperti Bank Sentral Eropa, dan ini telah membantu indeks dolar untuk mencapai tahun terbaiknya pada tahun 2021 sejak 2015.

Investor juga mencermati dampak varian omicron Covid-19 dengan optimisme varian baru tersebut tidak akan terlalu mengganggu pemulihan ekonomi global.

Dari sisi internal, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui eksekusi anggaran kementerian/lembaga (K/L) memang sempat terhambat saat Covid-19 varian Delta merebak pada pertengahan tahun 2021. Hal tersebut menyebabkan penyerapan belanja negara menjadi lesu, sementara belanja bantuan sosial dan kesehatan meningkat.

Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah diperkirakan bergerak berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.230 - Rp14.270 per dolar AS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top