Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Intraco Penta (INTA) Masih Catat Rugi hingga Kuartal III/2021, Ini Strategi Selanjutnya

Pendapatan usaha PT Intraco Penta Tbk. (INTA) sampai kuartal III/2021 turun menjadi Rp443,8 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp596,9 mliar.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 Desember 2021  |  06:29 WIB
Pekerja melakukan perawatan alat berat articulate dump truck di workshop PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (25/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Pekerja melakukan perawatan alat berat articulate dump truck di workshop PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (25/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten alat berat PT Intraco Penta Tbk. (INTA) menyatakan masih membukukan rugi sampai dengan kuartal III/2021. Ke depan, perseroan optimistis bisa mencatat kinerja lebih baik di sektor alat berat.

Daniel Kusniadi Head of Finance PT Intraco Penta Tbk. (INTA) mengatakan posisi keuangan perusahaan selama lima tahun terakhir menurun, salah satunya karena pandemi Covid-19 yang masih melanda.

Kemudian, dari sisi laporan laba rugi juga menurun. Pendapatan usaha sampai dengan kuartal III/2021 turun menjadi Rp443,8 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp596,9 mliar.

Sedangkan laba kotor turun dari Rp67,5 miliar pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp59,2 miliar pada tahun ini.

“Namun, margin kotor kami naik dari 12 persen jadi 13 persen, ini sebagai bukti bahwa konsolidasi bisnis berhasil dijalankan dan akan bertumbuh lebih baik ke depannya,” jelasnya dalam paparan publik, Selasa (28/12/2021).

Selanjutnya, INTA mencatat total aset Rp2,7 T, total liabilitas Rp4,19 triliun, dan total ekuitas masih minus Rp1,46 triliun. INTA juga masih mencatat rugi bersih komprehensif sampai kuartal III/2021 sebesar Rp217,6 miliar.

“Walaupun masih rugi, INTA telah berhasil memprkecil angka kerugian dari setahun penuh 2020 mencapai rugi sekitar Rp1 triliun. Diharapkan hingga akhir tahun ini bisa berkineja lebih baik dan bisa menekan kerugian,” imbuhnya.

Direktur INTA Eddy Rodianto mengatakan tahun ini bekerja sama dengan Liu Gong INTA bisa bertumbuh dengan sangat baik.

“Jadi kami yakin alat berat masih jadi core bisnis kami dan bisa bertumbuh dengan baik di tahun depan. Kami juga akan melakukan reorganisasi dan efisiensi di INTA Group sehingga tahun depan bisa semakin baik,” jelasnya.

Mengenai RKAB, terkait rencana belanja modal dan target penjualan 2022, INTA menyebut masih dalam proses finalisasi. Namun, perseroan mengharapkan bisa bertumbuh 5-15 persen dari capaian tahun ini.

“Tahun 2022 kemungkinan kita akan rejuve program atau peremajaan alat, alat yang sudah berumur akan kita sewakan. Sumber dana kita akan melakukan penjualan inventori sebagai program clearance dan dari bisnis yang diharapkan dengan situasi Covid-19 yang terus membaik. Kemudian, kami mengharapkan bantuan dari segi finansial lembaga institusi keuangan untuk support INTA untuk menambah modal,” tambahnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten intraco penta
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top