Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penumpang Kuartal IV/2021 Naik Signifikan, Garuda (GIAA) Pede Jalani Restrukturisasi

Garuda Indonesia belum dapat menyampaikan proyeksi kinerja pada tahun ini. Namun, kinerja pada kuartal IV/2021 ini diharapkan jauh lebih baik karena PPKM yang sudah lebih longgar.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 20 Desember 2021  |  13:05 WIB
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Yogyakarta. - Antara
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Yogyakarta. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten maskapai PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA), meyakini kinerja perseroan pada kuartal IV/2021 dapat jauh lebih baik dibandingkan dengan kuartal-kuartal sebelumnya. Kinerja ini diharapkan menjadi modal restrukturisasi utang perseroan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan belum dapat menyampaikan proyeksi kinerja pada tahun ini. Namun, kinerja pada kuartal IV/2021 ini diharapkan jauh lebih baik karena PPKM yang sudah lebih longgar.

"Kami kasih bocoran kuartal IV/2021 pada Oktober-November kami melihat dengan secara jelas terjadi peningkatan signifikan jumlah penumpang, pergerakan kargo seperti diharapkan, kuartal IV/2021 sudah pasti jauh lebih baik dari kuartal III/2021, ini terjadi karena sudah diringankan, PPKM ada relaksasi," urainya dalam paparan publik, Senin (20/12/2021).

Dia bahkan menantang, bagi masyarakat yang sempat datang ke Terminal 3 Bandara Soekarno-hatta, sudah sangat ramai dikunjungi penumpang pesawat Garuda Indonesia.

"Sudah mulai cukup panjang antrian, tapi belum, kami ingin tingkatkan rute-rute penerbangan perlahan, pastikan prokes bukan hanya di pesawat tapi sepanjang perjalanan bisa dipastikan, kita sangat peduli soal itu. Dalam perjalanannya terbuka solusi operasional garuda ke depan," katanya.

Dalam transformasi bisnis emiten bersandi GIAA ini ke depan mengusung 4 elemen utama dalam rencana bisnis terbarunya. Pertama, mengoptimalkan jaringan rute perseroan dengan hanya mengoperasikan rute-rute penerbangan profitable dengan fokus awal rute-rute penerbangan domestik dan penerbangan internasional tertentu.

Kedua, menyesuaikan jumlah pesawat Garuda dan Citilink agar selaras dengan jaringan rute yang telah dioptimalkan dan simplifikasi tipe pesawat untuk efektifitas dan efisiensi operasional pesawat. Saat ini GIAA baru mengoperasikan 39 unit pesawat.Ketiga, melakukan renegosiasi kontrak sewa pesawat. Keempat, meningkatkan kontribusi pendapatan kargo melalui optimalisasi belly capacity dan digitalisasi operasional.

Khusus kargo GIAA, hingga kuartal III/2021 volume angkotan kargonya naik menjadi 155,72 juta kg dari posisi kuartal yang sama tahun lalu sebesar 119,2 juta kg. Dengan melayani 5 rute penerbangan internasional khusus kargo, yakni Manado-Narita, Makassar-Singapura, Denpasar-Hong Kong, dan makassar-Hong Kong.

"Bisnis plan nomer satu profitable, bukan ekspansi, bukan semua tipe pesawat diambil, kami sederhanakan jumlah pesawat sesuai demand kalau itu profitable. Tentu saja akan dan sudah lakukan perubahan bisnis proses sehingga prosedur kejadian di masa lalu tidak terulang lagi dan memastikan Garuda mampu hadapi pandemi berikutnya bila ada," katanya.

Pendapatan penumpang GIAA naik 5,5 persen secara tahunan per kuartal III/2021 menjadi US$375,2 juta. Sedangkan pendapatan kargo dan dokumen naik 20 persen karena permintaan pengiriman barang yang meningkat, dengan total pendapatan US$181,2 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia restrukturisasi Kinerja Emiten
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top