Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waswas Omicron, Begini Perkiraan Laju Reksa Dana Jelang Tutup Tahun

IHSG sepanjang tahun ini bergerak atas saham-saham bank digital dan teknologi. Sementara produk reksa dana jarang memasukkan saham-saham tersebut.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 06 Desember 2021  |  22:44 WIB
Karyawan melintas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (23/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Karyawan melintas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (23/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Jelang akhir tahun ini, terdapat beberapa sentimen negatif yang akan mempengaruhi kinerja reksa dana. Meski demikian, efek window dressing masih dipercaya mendorong kinerja.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengungkapkan bahwa jika berbicara Desember, para pelaku pasar juga memprediksi apa yang akan terjadi pada tahun depan.

“Kalau tahun depannya dipandang positif biasanya Desember itu positif juga. Kalau sekarang kan beberapa katalis negatif kan masih kuat ya. Tapering di AS dipercepat lalu juga varian Covid-19 omicron ini masih ada,” ungkap Wawan kepada Bisnis, Senin (6/12/2021).

Terkait dengan varian baru Covid-19 omicron, Wawan berpandangan dalam bulan ini investor masih wait and see. Namun untuk pemulihan ekonomi tahun depan, dia menilai investor sudah percaya hal tersebut terjadi.

Oleh sebab itu, lanjutnya optimisme tersebut juga terefleksi pada pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, sepanjang tahun atau year to date (ytd) hingga Senin (6/12/2021), IHSG sudah tumbuh hingga 9,50 persen. Kemudian indeks LQ45 telah tumbuh 0,43 persen.

Hal tersebut juga membawa kinerja reksa dana sepanjang tahun masih tumbuh meski dalam beberapa minggu belakangan setelah omicron muncul kinerja menurun.

Berdasarkan data Infovesta, seluruh instrumen reksa dana sepanjang tahun hingga 3 Desember 2021 tumbuh, di mana pertumbuhan tertinggi tercatat pada reksa dana campuran yang naik 4,20 persen year to date (ytd). Di bawahnya reksa dana pasar uang terpantau naik 3,04 persen ytd.

Reksa dana pendapatan tetap sepanjang tahun telah tumbuh 2 persen dan reksa dana saham juga telah tumbuh sebesar 1,02 persen.

Berdasarkan sentimen yang ada, Wawan pun memprediksi kinerja reksa dana terutama reksa dana saham di bulan terakhir tahun ini akan stagnan. Hal tersebut dikarenakan pergerakan IHSG tidak berkorelasi erat dengan kinerja reksa dana.

Wawan menyampaikan bahwa IHSG sepanjang tahun ini bergerak atas saham-saham bank digital dan teknologi. Sementara produk reksa dana jarang memasukkan saham-saham tersebut mengingat dari sisi kajian fundamental maupun likuiditas, manajer investasi masih ragu-ragu masuk ke saham-saham tersebut.

Kendati demikian, menurut Wawan kabar baik untuk reksa dana adalah indeks LQ45 yang dalam tiga bulan terakhir telah tumbuh positif. Dia pun memprediksi di akhir tahun reksa dana saham di akhir tahun ini akan ditutup tumbuh 1 persen.

Terlepas dari sentimen negatifnya, Infovesta dalam laporan mingguannya memandang bahwa window dressing tahun ini masih berpeluang menarik di tengah bayangan sentimen Omicron.

Infovesta menyampaikan, sejumlah program pemerintah dalam pencegahan penyebaran varian omicron dan return yang cukup baik pada window dressing 2020 (awal transmisi pandemi), menjadi katalis positif baik untuk kinerja pasar saham.

Hal tersebut merefleksikan peluang window dressing masih akan terjadi pada penutupan tahun ini. Infovesta pun mengungkapkan investor dapat mempertimbangkan saham maupun reksa dana saham, campuran serta reksa dana indeks yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana window dressing investasi reksa dana
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top