Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BCA Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham Mitratel (MTEL), Simak Analisisnya

PT BCA Sekuritas dalam laporan risetnya masih menyematkan rekomendasi beli untuk MTEL dengan target harga Rp1.150 per unit.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 06 Desember 2021  |  10:41 WIB
(Ki-Ka) Direktur Operasi dan Pembangunan Mitratel Pratignyo Arif Budiman, Direktur Bisnis Mitratel Noorhayati Candrasuci, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko, Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Mitratel Ian Sigit Kurniawan saat press conference pencatatan saham perdana di Jakarta, Senin (22/11/2021) - Dok. Perusahaan
(Ki-Ka) Direktur Operasi dan Pembangunan Mitratel Pratignyo Arif Budiman, Direktur Bisnis Mitratel Noorhayati Candrasuci, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko, Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Mitratel Ian Sigit Kurniawan saat press conference pencatatan saham perdana di Jakarta, Senin (22/11/2021) - Dok. Perusahaan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) masih cukup menarik dikoleksi seiring dengan prospek sektor bisnis telekomunikasi yang cerah.

Mohammad Fakhrus Arifin dan Pandu Anugrah, analis PT BCA Sekuritas dalam laporan risetnya pada Senin (6/12/2021) masih menyematkan rekomendasi beli untuk MTEL dengan target harga Rp1.150 per unit.

Target tersebut berada 43,75 persen di atas harga initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebesar Rp800 per saham. (02/12/2021),

Menurut kedua analis tersebut, rekomendasi tersebut didukung oleh kinerja MTEL selama 2019 dan 2020.

Menurut riset BCA Sekuritas, pendapatan MTEL meningkat 16,13 persen dari Rp5,33 triliun menjadi Rp6,19 triliun, laba operasional MTEL mengalami pertumbuhan 27 persen dari Rp1,33 triliun menjadi Rp1,69 triliun pada 2020.

EBITDA MTEL juga tumbuh 58,55 persen menjadi Rp4,17 triliun pada 2020, dari Rp2,63 triliun di tahun 2019. Adapun laba bersih MTEL naik sebesar 11,77 persen, dari Rp637 miliar pada 2019 menjadi Rp712 miliar pada 2020.

Kedua analis tersebut menyebutkan, MTEL masih memiliki prospek cerah ke depannya. Hal ini mengingat bisnis infrastruktur telekomunikasi yang besar.

Laporan tersebut menjelaskan, besarnya perkembangan industri telekomunikasi yang didukung masifnya bisnis digital, pertumbuhan penyewaan menara di luar Jawa akan tinggi ke depannya.

"Apalagi, operator (MTEL) juga memiliki keunginan untuk memperluas jangkauan terutama di luar Jawa," demikian kutipan laporan tersebut.

Kedua analis itu juga memperkirakan pendapatan MTEL pada tahun 2022 sebesar Rp8,45 triliun, lebih tinggi sebesar 19,69 persem, dari perkiraan pendapatan tahun 2021 sebesar Rp7,06 triliun.

"Laba bersih MTEL, kami perkirakan naik 51,90 persen menjadi Rp2,40 triliun pada 2022, dari perkiraan laba sebesar Rp1,58 triliun pada 2021," ungkap kedua analis itu.

Pada perdagangan Senin (6/12/2021) pukul 10.36 WIB, saham MTEL berada di posisi Rp785, sama seperti akhir pekan lalu. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp65,56 triliun dengan valuasi PER 2,93 kali.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkom rekomendasi saham mitratel
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top