Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi RI Merangkak Naik, Rupiah Ditutup Melemah

Rupiah melemah bersama mata uang Asia lainnya, yakni Yen Jepang yang turun 0,20 persen terhadap dolar AS, dolar Hong Kong yang turun 0,22 persen, peso Filipina yang turun 0,04 persen dan ringgit Malaysia yang turun 0,19 persen.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 01 Desember 2021  |  15:52 WIB
Petugas menunjukkan mata uang dolar AS dan rupiah di Money Changer, Jakarta, Senin (19/4/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Petugas menunjukkan mata uang dolar AS dan rupiah di Money Changer, Jakarta, Senin (19/4/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup melemah di hadapan dolar AS pada penutupan Rabu (1/12/2021).

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda ditutup melemah 14,5 poin atau 0,10 persen ke level Rp14.346,5 per dolar AS.

Rupiah melemah bersama mata uang Asia lainnya, yakni Yen Jepang yang turun 0,20 persen terhadap dolar AS, dolar Hong Kong yang turun 0,22 persen, peso Filipina yang turun 0,04 persen dan ringgit Malaysia yang turun 0,19 persen.

Sementara itu, indeks dolar AS turun 0,04 persen ke level 95,954.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelaku pasar mencerna tanda-tanda dari Ketua The Federal Reserve AS Jerome Powell, bahwa The Fed akan membahas penyelesaian pengurangan aset lebih cepat dari yang direncanakan.

"Powell mengatakan The Fed akan membahas apakah akan mengakhiri pengurangan aset beberapa bulan lebih awal dari yang dijadwalkan dalam pertemuannya di akhir bulan," kata Ibrahim dalam risetnya, Rabu (1/12/2021).

Selain itu, sentimen juga datang dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang memperingatkan agar tidak memberlakukan larangan perjalanan menyeluruh, yang telah diterapkan oleh beberapa negara.

Dari dalam negeri, sentimen datang dari Badan Pusat Statistik yang mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mengalami inflasi sebesar 0,37 persen secara bulanan pada November 2021.

Sementara, inflasi secara tahun berjalan dan tahunan, masing-masing sebesar 1,3 persen dan 1,75 persen. Realisasi inflasi ini merupakan yang tertinggi sepanjang 2021, baik secara bulanan dan tahunan.

Selain itu, data PMI Manufaktur di Indonesia masih berada di fase ekspansif selama tiga bulan berturut-turut. Sektor manufaktur melanjutkan pemulihan seiring penurunan kasus Covid-19, terutama varian Delta.

Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada di level 53,9 pada November 2021, jauh lebih rendah dibandingkan yang tercatat di bulan Oktober 2021 yakni 57,2.

Adapun untuk perdagangan besok, Kamis (2/12/2021), Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah dibuka berfluktuatif, tetapi, ditutup melemah di rentang Rp14.330-Rp14.380.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs dolar as Rupiah
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top