Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Diprediksi Melemah, Cek Saham KKGI dan MSIN

IHSG ditutup menguat 16 poin atau 0,24 persen menjadi 6.699 pada perdagangan Kamis (25/11/2021).
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 26 November 2021  |  07:50 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan Jumat(26/11/2021).

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 16 poin atau 0,24 persen menjadi 6.699 pada perdagangan Kamis (25/11/2021).

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, sektor transportasi dan logistik, infrastruktur, industri, kesehatan, keuangan, energi, dan industri dasar mendominasi penguatan IHSG kemarin. Investor asing di seluruh pasar membukukan pembelian bersih sebesar Rp48 miliar.

Berdasarkan analisa teknikal, Nico melihat IHSG berpeluang melemah dan diperdagangkan di level 6.650-6.730.

Saham yang menjadi rekomendasi Pilarmas Investindo Sekuritas hari ini adalah KKGI dan MSIN.

Lebih lanjut, menurut Nico sentimen datang dari Gubernur Bank Sentral Korea Selatan Lee Ju Yeoi yang menaikkan tingkat suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan Kamis (25/11/2021) kemarin.

Lee Ju Yeoi mengatakan pengetatan lanjutan mungkin akan kembali terjadi karena adanya risiko inflasi yang terus meningkat dalam pemulihan ekonomi. Bank Sentral Korea merevisi inflasi 2,3 persen untuk tahun ini dan 2 persen untuk tahun 2022.

"Ada potensi harga akan mengalami kenaikan sesuai dengan target yang ditetapkan," ujar Nico dalam risetnya, Jumat (26/11/2021).

Sementara dari dalam negeri, Nico mengatakan akselerasi pertumbuhan teknologi dinilai dapat mempercepat proses pemulihan industri.

"Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 akan mencapai 4,7 persen hingga 3,2 persen," katanya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top