Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cadangan Amerika Serikat Tak Kunjung Rilis, Harga Minyak Naik Lagi

Harga minyak berpeluang naik menguji level resistance di US$82,10 per barel pada hari ini.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 16 November 2021  |  10:51 WIB
Cadangan Amerika Serikat Tak Kunjung Rilis, Harga Minyak Naik Lagi
Kilang minyak lepas pantai di Skotlandia - Bloomberg/Jason Alden
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah kembali naik setelah cadangan strategis AS tak kunjung rilis sementara pasokan minyak terus mengetat.

Pada perdagangan Selasa (16/11/2021), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 0,58 poin atau 0,72 persen ke US$81,46 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent naik 0,71 poin atau 0,87 persen ke US$82,76 per barel.

“Rilis pasokan cadangan strategis AS sebelumnya sempat menjadi penekan kenaikan harga. Namun, setelah dinanti-nanti, tidak kunjung terjadi sehingga harga minyak naik lagi,” kata Rebecca Babin, trader energi senior di CIBC Private Wealth Management, dilansir Bloomberg, Selasa (16/11/2021).

Adapun, tim Riset Monex Investindo Futures (MIFX) memperkirakan harga minyak berpeluang naik menguji level resistance di US$82,10 per barel.

“Ditopang oleh outlook permintaan yang tetap tinggi di tengah meredanya kekhawatiran pandemi Covid-19 berpotensi memicu kenaikan harga minyak,” tulisnya dalam riset harian.

Pada hari ini, harga minyak berpeluang dibeli untuk menguji level resistance US$82,10 selama harga bertahan di atas level support US$80,50.

Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap harga minyak menguji level support selanjutnya di US$79,70 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak harga minyak brent harga minyak mentah wti
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top