Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Cemerlang, Saham Emiten Lab Prodia (PRDA) Bisa Tembus 9.000?

Prospek emiten bersandi PRDA ini masih baik seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatannya.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 16 November 2021  |  18:56 WIB
Manajemen Prodia Widyahusada saat menggelar paparan publik di Jakarta, Kamks (2/5/2019). - Bisnis/Muhammad Ridwan
Manajemen Prodia Widyahusada saat menggelar paparan publik di Jakarta, Kamks (2/5/2019). - Bisnis/Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten laboratorium, PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) dinilai masih memiliki ruang peningkatan kinerja sekaligus harga sahamnya. Hal ini seiring kesadaran kesehatan masyarakat yang meningkat pasca Covid-19.

Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada menuturkan emiten seperti Prodia kegiatan bisnisnya bergantung dari kondisi kesehatan masyarakat.

"Adanya pandemi membuat orang semakin aware dengan kondisi kesehatannya. Oleh karena itu, menjadi rutin melakukan cek kesehatannya, cek gula, cek kolesterol, cek ini itu dan lainnya sehingga meski pandemi katakanlah berakhir maka kebutuhan akan cek laboratorium ini juga masih dibutuhkan," urainya kepada Bisnis, Selasa (16/11/2021).

Menurutnya, prospek emiten bersandi PRDA ini masih baik seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatannya.

Selain itu, PRDA juga memiliki kontribusi pemasukan yang cukup berkelanjutan melalui banyaknya kerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk mengecek kesehatan para pekerjanya.

Kerja sama dengan rumah sakit untuk pengecekan laboratorium serta dengan dokter yang berpraktek mandiri juga memungkinkan kinerjanya dapat terus bertumbuh.

Dari sisi harga saham, menurutnya, pergerakan harganya masih mampu bertahan di atas 7.000 dan dimungkinkan untuk kembali menuju ke level 9.000.

Hingga September 2021, Prodia telah melayani 13,7 juta pemeriksaan kesehatan dengan komposisi lebih dari 80 persen terdiri dari tes esoterik (tes khusus/baru) dan tes rutin, serta 18 persen pemeriksaan terkait Covid-19 dan pemeriksaan kesehatan lainnya.

Pendapatan tes esoterik mengalami pertumbuhan 110,7 persen menjadi sebesar Rp828,69 miliar. Pendapatan tes rutin juga meningkat 45 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Jumlah kunjungan pelanggan (patient visit) juga mengalami peningkatan 37,6 persen menjadi lebih dari 2.683.905 orang per Kuartal III 2021.

Hingga penutupan perdagangan hari ini, Selasa (16/11/2021), harga saham PRDA sudah naik 3,73 persen atau 275 poin ke level 7.650. Adapun sepanjang tahun harga sahamnya naik 135,38 persen atau 4.400 poin dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp7,17 triliun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prodia widyahusada prda
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top