Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibuka Menguat, Saham BBCA dan BBRI Jadi Incaran Asing

Pada awal perdagangan, IHSG menguat menembus level 6.600.
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau dibuka menguat perdagangan hari ini, Senin (8/11/2021).

Pada awal perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG menguat di level 6.599,40. IHSG sempat menyentuh level tertingginya pada 6.610,66 pada beberapa menit setelah pembukaan.

Tercatat, sebanyak 233 saham menguat, 223 stagnan, serta 58 diantaranya mengalami pelemahan. Kapitalisasi pasar terpantau sebesar Rp8.137,25 triliun.

Saham PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) menjadi top gainers teratas sementara dengan kenaikan 11,54 persen ke level 290 . Menyusul dibelakangnya adalah PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) dengan penguatan 9,38 persen dan PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) dengan kenaikan 8,65 persen.

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi pemuncak daftar saham yang dibeli oleh investor asing pada sesi perdagangan hari ini dengan nilai beli bersih sebesar Rp18,8 miliar hingga pukul 09.05 WIB.

Menyusul dibelakangnya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan net foreign buy Rp3,1 miliar. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga dibeli oleh para investor dengan nilai net foreign buy Rp1 miliar.

Sebelumnya, Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang mengungkapkan di awal minggu ini, ada peluang IHSG untuk menguat dengan dorongan cukup banyaknya sentimen positif yang lalu-lalang.

Mulai dari penguatan indeks Dow Jones (DJIA) sebesar 0,56 persen, indeks harga saham emiten asal Indonesia yang diperdagangkan di bursa Amerika Serikat I Shares MSCI Indonesia ETF (EIDO) naik 0,86 persen.

Sentimen lain ungkap Edwin adalah naiknya beberapa harga komoditas seperti; minyak naik 3,21 persen, emas naik 1,44 persen, batu bara naik 1,09 persen, nikel naik 1,47 persen dan timah naik 1,56 persen.

Kenaikan harga komoditas tersebut ungkapnya di tengah turunnya yield obligasi Amerika Serikat dengan tenor 10 tahun.

Di sisi lain dia mengungkapkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga mulai terapresiasi.

“Di awal minggu ini, Senin, ada peluang IHSG untuk menguat didorong cukup banyaknya sentimen positif yang lalu-lalang,”ungkap Edwin dalam publikasi riset dikutip Senin (8/11/2021).

Edwin pun memprediksi IHSG hari ini akan bergerak di rentang 6.528 - 6.623, dan rupiah di rentang Rp14.050 - Rp14.390 per dolar AS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper