Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gudang Garam (GGRM) Berpotensi Jual 80 Miliar Rokok, Intip Rekomendasi Sahamnya

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan GGRM akan membukukan volume penjualan 80 miliar batang rokok sepanjang 2021.
Annisa Saumi
Annisa Saumi - Bisnis.com 21 September 2021  |  14:23 WIB
Manajemen PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyampaikan rencana kerja perseroan dalam paparan publik, Kamis (9/9 - 2021). Bisnis/Dwi Niken Tari
Manajemen PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyampaikan rencana kerja perseroan dalam paparan publik, Kamis (9/9 - 2021). Bisnis/Dwi Niken Tari

Bisnis.com, JAKARTA - Analis meningkatkan rekomendasi dari jual menjadi tahan terhadap PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) seiring dengan proyeksi pertumbuhan penjualan rokok pada 2021 menjadi 80 miliar batang.

Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya menuturkan, sigaret kretek tangan (SKT) dan low tar serta low nikotin (SKM LTLN) buatan mesin GGRM membukukan volume penjualan yang lebih rendah, masing-masing sebesar 2,2 persen dan 43,5 persen secara tahunan di semester I/2021. SKM LTLN GGRM saat ini hanya memberikan kontribusi 2,8 persen terhadap total volume penjualannya.

"Menurut kami, meski segmen industri lintingan tangan (SKT) juga membukukan pertumbuhan volume penjualan, GGRM tidak mendapatkan dampak yang baik karena pesaingnya, HMSP, memimpin di segmen tersebut," kata Christine, Selasa (21/9/2021).

Secara keseluruhan, lanjut dia, GGRM masih berhasil membukukan volume penjualan yang lebih tinggi sebesar 7 persen year on year (yoy) hingga semester I/2021 menjadi 45,6 miliar batang.

Dengan kinerja tersebut, Mirae Asset memperkirakan GGRM akan membukukan volume penjualan 80 miliar batang sepanjang 2021.

Menurut Christine, sigaret kretek mesin full flavor buatan perusahaan (SKM FF) menjadi pendorong pertumbuhan. Segmen ini membukukan volume penjualan 39,9 miliar batang di semester I/2021, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebanyak 35,8 miliar batang. Produk SKM FF seperti GG International dan GG Surya 16 telah menjadi produk unggulan perusahaan.

"Kami percaya peningkatan volume penjualan SKM FF perusahaan sejalan dengan permintaan segmen yang lebih tinggi secara keseluruhan, terutama selama pandemi," ucap dia.

Lebih lanjut, dengan pemerintah yang telah menetapkan target cukai 2022 sebesar 11,9 persen, Mirae Asset melihat GGRM melakukan beberapa penyesuaian yang agresif pada produknya, terutama di kuartal III/2021.

"Meskipun secara keseluruhan, kami yakin perusahaan masih memiliki beberapa produk yang tidak sepenuhnya mematuhi harga jual eceran minimum pemerintah untuk mempertahankan pangsa pasar," tuturnya.

Dengan kinerja dan proyeksi tersebut, Mirae Asset meningkatkan rekomendasi jual menjadi tahan. Mirae Asset juga menyempurnakan perkiraannya dengan target price baru Rp29.500, yang didasarkan pada EPS 2021 dan target price to earning ratio (PER) sebesar 11 kali yang tidak berubah.

Pada perdagangan Selasa (21/9/2021) pukul 14.09 WIB, saham GGRM turun 1,18 persen atau 375 poin menjadi Rp31.525. Kapitalisasi pasarnya sebesar Rp60,66 triliun dengan valuasi PER 13,13 kali. Sepanjang 2021, saham GGRM turun 23,11 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri rokok rekomendasi saham Kinerja Emiten gudang garam
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top