Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kekhawatiran Sektor Properti China Menyebar ke Hong Kong, Indeks Hang Seng Ambles

Indeks Hang Seng melemah 4 persen ke level 23.922,83 pada pukul 10.48 WIB.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 September 2021  |  10:55 WIB
Kekhawatiran Sektor Properti China Menyebar ke Hong Kong, Indeks Hang Seng Ambles
Seorang pejalan kaki berjalan melewati papan ticker elektronik yang menampilkan angka harga saham di luar kompleks Exchange Square di Hong Kong. - Justin Chin / Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kekhawatiran mengenai sektor sektor real estat China berimbas ke pasar saham Hong Kong pada perdagangan hari ini, Senin (20/9/2021).

Kekhawatiran ini memicu aksi jual terbesar di saham sektor properti dalam lebih dari setahun terakhir dan menyeret sektor lainnya mulai dari dari perbankan bank hingga Ping An Insurance Group Co.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Hang Seng melemah 4 persen ke level 23.922,83 pada pukul 10.48 WIB. Indeks bergerak dalam kisaran 23.872,02 hingga 24.640,43 hari ini.

Saham Henderson Land Development Co. LTd. melemah paling tajam di indeks Hang Seng dengan koreksi 12,29 persen, disusul PT New World Development Co. Ltd. yang melemah 11,53 persen.

Indeks Properti Hang Seng anjlok sebanyak 5,9 persen, pelemahan terbesar sejak Mei 2020. Sementara itu, Ping An Insurance, perusahaan asuransi terbesar China berdasarkan nilai pasar, anjlok 7,3 persen di Hong Kong.

Kekhawatiran investor yang telah berpusat selama berminggu-minggu di China Evergrande Group dengan cepat menyebar karena otoritas China tetap diam mengenai kejelasan apakah pemerintah akan turun tangan untuk mencegah kejatuhan pengembang properti tersebut.

Evergrande yang sahamnya anjlok 13 persen pada hari Senin di China menghadapi tenggat waktu pembayaran bunga pinjaman bank dan obligasi minggu ini.

Philip Tse, Kepala riset Properti Hong Kong & China di Bocom International Holdings Co. Ltd., mengatakan investor mungkin khawatir mengenai emiten-emiten yang sangat diarahkan oleh pemerintah dan tidak peduli dengan valuasi saat ini.

"Akan ada penurunan lebih lanjut kecuali pemerintah memberi sinyal yang jelas mengenai Evergrande atau mengurangi tindakan tegasnya ke sektor real estat,”kata Tse, dikutip Bloomberg Senin (20/9/202).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia bursa hong kong indeks hang seng
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top