Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PREMIUM WRAP UP: Intip Koleksi Lo Kheng Hong, Strategi Kongsi EXCL-LINK, & TLKM Suntik Mitratel

Knerja, sejumlah emiten yang sahamnya dikoleksi Lo Kheng Hong berhasil mencuri perhatian. Sementara itu, persaingan di industri telelomunikasi diramaikan oleh aksi korporasi PT XL Axiata Tbk. (EXCL), PT Link Net Tbk. (LINK) dan PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM). Di sisi lain, Kredivo menyatakan kesiapannya untuk IPO di bursa AS.
Investor saham yang dijuluki Warren Buffet Indonesia Lo Kheng Hong memaparkan materinya pada acara Mega Talkshow Investasi 2020 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Bisnis/Rachman
Investor saham yang dijuluki Warren Buffet Indonesia Lo Kheng Hong memaparkan materinya pada acara Mega Talkshow Investasi 2020 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Dua emiten yang menjadi portofolio terbesar Lo Kheng Hong membukukan kinerja keuangan ciamik sepanjang periode Januari 2021 — Juni 2021. 

Lo Kheng Hong (LKH) yang kerap disebut sebagai Warren Buffett Indonesia menjadi investor pemegang saham dengan kepemilikan saham di atas 5 persen untuk sejumlah emiten. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis hingga Selasa (3/8/2021), sudah ada 3 dari 5 emiten dalam kategori tersebut yang telah merilis kinerja keuangan semester I/2021.

 

  1. Mengintip Kinerja Keuangan Saham Koleksi Lo Kheng Hong Paruh Pertama 2021

lo kheng hong
lo kheng hong

Salah satu aksi teranyar LKH yakni ketika memborong saham perusahaan pembiayaan yang terafiliasi dengan Grup Panin, PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN). Saham CFIN sempat mencuri perhatian pada April 2021. Laju saham melejit 15,94 persen.

Kendati demikian, dua emiten portofolio Lo Kheng Hong terbesar mampu mencetak pertumbuhan kinerja sepanjang semester I/2021. Berdasarkan laporan KSEI per 30 Juli 2021, persentase kepemilikan LKH terbesar berada di perusahaan afiliasi Grup Indika yakni PT Petrosea Tbk. (PTRO) 15,01 persen dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS) 6,11 persen.

Baca selengkapnya di sini.

 

  1. Kongsi EXCL dan LINK Berpeluang Usik Korporasi BUMN

excl
excl

Aksi korporasi yang baru-baru ini dilakukan oleh PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dengan PT Link Net Tbk. (LINK) diperkirakan mampu memberikan perubahan serta persaingan baru di sektor telekomunikasi nasional. Utamanya ketika memberikan persaingan baru kepada bisnis PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM)

Seperti diketahui, PT XL Axiata Tbk. dan Axiata Group Berhad mengambilalih 66,03 persen saham PT First Media Tbk. dan Asia Link Dewa yang ditempatkan dalam PT Link Net Tbk. (Link).  Kedua perusahaan telah menandatangani term sheet yang belum mengikat untuk mengambilalih 1.816.735.484 saham atau 66,03 persen saham LinkNet. 

Baca selengkapnya di sini.

 

  1. Tenaga Tambahan Telkom (TLKM) untuk Mitratel

tlkm
tlkm

Menjelang pelaksanaan aksi penawaran saham umum perdana alias initial public offering (IPO), sejumlah langkah perkuatan bisnis dilakukana oleh PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). 

Seperti diketahui, IPO dari Mitratel ditargetkan terlaksana pada kuartal IV/2021 atau paling lambat awal 2022. Adapun, Mitratel merupakan anak usaha dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. yang bergerak di sektor menara telekomunikasi. 

Sekadar catatan, pada 2020 Mitratel memiliki sebanyak 18.473 menara yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal itu terungkap melalui laporan keuangan yang dimiliki oleh Telkom yang memiliki kode saham TLKM.

Baca selengkapnya di sini.

 

  1. Margin Tebal & Beda Arah Harga Saham Bank Besar (BBCA, BBRI,BBNI Hingga BNLI)

bbca
bbca

Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV adalah bank yang memiliki modal inti tier I diatas Rp30 triliun. Saat ini, terdapat delapan bank dalam kategori bermodal jumbo itu.  Daftar Bank dalam BUKU IV ini adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI). 

Menyusul setelahnya Bank Panin (PNBN), Bank CIMB Niaga (BNGA), Bank Danamon (BDMN) dan terbaru Bank Permata (BNLI). 

Dari delapan bank super tajir di Tanah Air itu, BBRI tercatat mengalami penurunan harga 12,99 persen hingga sesi I perdagangan hari ini (year-to-date/ytd). Saham BBRI ditutup pada level Rp3.750 per lembar. 

Baca selengkapnya di sini.

 

  1. Induk Pemegang Saham BBSI Berencana IPO di AS

BBSI
BBSI

Tren perusahaan teknologi di Asia, terutama Asia Tenggara untuk mendaftarkan sahamnya di bursa Amerika Serikat (AS) tampaknya terus menguat.

Sejauh ini telah terdapat nama Grab Inc. yang berbasis di Singapura, sebagai perusahaan asal Asia Tenggara yang memantapkan diri untuk melantai di AS dengan menggandeng SPAC. Adapun, perusahaan SPAC itu adalah Altimeter Growth (AGC).

Langkah Grab tersebut, kini diikuti oleh perusahaan induk dari startup fintech Indonesia PT FinAccel Finance Indonesia (Kredivo), yakni FinAccel Pte. Dalam hal ini perusahaan itu telah setuju untuk go public di AS. Sekadar catatan, FinAccel Finance Indonesia alias Kredivo merupakan salah satu pemegang saham PT Bank Bisnis International Tbk (BBSI).

Baca selengkapnya di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper