Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Siapkan Private Placement Rp1,5 Triliun, Saham Acset (ACST) Melonjak Mentok ARA

Pada sesi I perdagangan Rabu (14/7/2021), saham ACST melonjak 25 persen atau 52 poin menjadi Rp260, mentok batas auto reject atas (ARA).
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (31/3/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (31/3/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Saham entitas Grup Astra, PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) melonjak tajam seiring dengan rencana perseroan melakukan private placement senilai Rp1,5 triliun.

Pada sesi I perdagangan Rabu (14/7/2021), saham ACST melonjak 25 persen atau 52 poin menjadi Rp260, mentok batas auto reject atas (ARA). Total transaksi mencapai Rp32,92 miliar.

ACST pun memimpin jajaran top gainers siang ini, meskipun IHSG anjlok 0,84 persen atau 50,35 poin ke level 5.961,68, jatuh dari level psikologis 6.000.

Kapitalisasi pasar ACST mencapai Rp1,67 triliun dengan valuasi PER -5,24 kali. Harga sahamnya masih ambrol 40,91 persen sepanjang 2021.

PT Acset Indonusa Tbk. berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Target dana yang diperoleh mencapai Rp1,5 triliun.

Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 15 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Saham baru itu mewakili sebanyak-banyaknya 70,01 persen saham dari jumlah saham perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh saat keterbukaan informasi ini disampaikan.

“Saham baru tersebut akan diterbitkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di BEI sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” tulis manajemen Acset Indonusa dalam keterbukaan informasi, Senin (12/7/2021).

Adapun, saham baru tersebut memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham perseroan lainnya.

Untuk aksi korporasi ini, emiten dengan kode saham ACST tersebut akan meminta restu dari pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Agustus 2021.

ACST juga melaporkan bahwa PT Karya Supra Perkasa (KSP) berencana menjadi pembeli siaga dengan mengambil bagian atas saham-saham baru yang diterbitkan lewat private placement ini. KSP, entitas Grup Astra, merupakan pemegang saham ACST sekaligus pemegang saham pengendali dengan porsi kepemilikan 64,86 persen.

ACST berencana menggunakan dana segar dari private placement ini untuk membayar utang sekitar Rp939,78 miliar kepada PT United Tractors Tbk. (UNTR) dan untuk modal kerja sekitar Rp560,21 miliar.

“Perseroan sebagai salah satu kontraktor swasta terbesar di Indonesia turut mengalami dampak secara langsung dan tidak langsung dari pandemi dan membutuhkan penambahan modal guna memperbaiki posisi keuangan,” tulis ACST.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper