Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wall Street Diwarnai Reli 'Saham Meme' dari Investor Ritel

Pedagang ritel memicu reli "saham meme" atau meme stock di bursa AS. Saham meme adalah volume perdagangan suatu saham yang berlebihan dari investor ritel yang menargetkannya berdasarkan sentimen di media sosial
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  08:13 WIB
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly

Bisnis.com, JAKARTA- Saham-saham Wall Street bergerak variatif pada penutupan perdagangan Rabu pagi (9/6/2021), setelah berjuang untuk menambah keuntungan karena kurangnya katalis pasar yang jelas membuat investor institusional minggir.

Di sisi lain, pedagang ritel memicu reli "saham meme" atau meme stock di bursa AS. Saham meme adalah volume perdagangan suatu saham yang berlebihan dari investor ritel yang menargetkannya berdasarkan sentimen di media sosial

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 30,42 poin atau 0,09 persen, menjadi berakhir di 34.599,82 poin. Indeks S&P 500 naik tipis 0,74 poin atau 0,02 persen, menjadi menetap pada 4.227,26 poin. Indeks Komposit Nasdaq terangkat 43,19 poin atau 0,31 persen, menjadi ditutup pada 13.924,91 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan di zona hijau, dengan sektor consumer discretionary dan energi masing-masing bertambah 0,96 persen dan 0,88 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor utilitas dan kebutuhan pokok konsumen masing-masing turun 0,91 persen dan 0,85 persen, memimpin penurunan.

Ketiga indeks saham utama AS mengakhiri sesi dalam kisaran sempit mendekati datar atau lebih tinggi, dengan S&P 500 dan Dow ditutup dalam sekitar 0,5 persen dari rekor tertinggi. Komposit Nasdaq yang sarat teknologi bernasib terbaik, dengan Amazon.com Inc dan Apple Inc memberikan dorongan terbesar.

"Kami menunggu angka inflasi, menunggu lebih banyak dari (Federal Reserve), menunggu musim (laporan) laba perusahaan," kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Asset Management di Chicago. “Tidak banyak yang memotivasi pasar hari ini.”

“Kami berada di zona senja ini sampai mungkin tepat setelah Empat Juli, ketika kami melihat musim laba dimulai,” tambah Nolte, dikutip dari Reuters.

Indeks volatilitas CBOE, ukuran kecemasan investor, menyentuh level terendah dalam lebih dari setahun.

saham-saham berkapitalisasi kecil (small caps), sekali lagi didukung oleh hiruk-pikuk ritel saham meme yang sedang berlangsung, mengungguli rekan-rekan mereka yang lebih besar.

Clover Health Investments meraih kenaikan tertinggi di antara saham-saham meme, melonjak 85,8 persen, merupakan persentase keuntungan terbesar di Nasdaq.

Saham lain yang volume perdagangan eksplosifnya baru-baru ini dikaitkan dengan buzz media sosial, termasuk GameStop Corp, Bed Bath & Beyond Inc, Workhorse Group dan lainnya, mengakhiri sesi antara 7,0 persen dan 12 persen lebih tinggi.

“(Saham meme) adalah tempat aksinya, tetapi Anda membaliknya dan melihat aset kripto dan itu sebuah kekacauan,” kata Nolte. “Sekarang saham meme mengambil alih dari kripto sebagai tempatnya dan itu semua adalah konsekuensi dari kebijakan moneter yang sangat longgar.”

Laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS dan Federasi Nasional Bisnis Independen tampaknya mengonfirmasi kekurangan tenaga kerja bahkan ketika permintaan kembali hidup, yang dapat memberi tekanan pada upah, pendahulu inflasi yang lebih luas.

Pelaku pasar menunggu data indeks harga konsumen pada Kamis (10/6/2021) untuk petunjuk lebih lanjut mengenai inflasi, dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi jadwal Federal Reserve untuk pengetatan kebijakan moneternya.

Penjualan mobil listrik buatan China Tesla Inc melonjak pada Mei sebesar 29 persen, menandai peningkatan tahun-ke-tahun 177 persen, menurut Asosiasi Mobil Penumpang China. Saham Tesla menghapus kenaikan sebelumnya di tengah berita itu menjadi ditutup turun 0,3 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street

Sumber : Antara

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top