Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Startup Milik Djarum Buka Suara tentang IPO dan Merger dengan SuperApp

Bos Tiket.com mengaku sedang mempertimbangkan untuk go public melalui merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) dan bakal bersatu dengan perusahaan superapp.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Mei 2021  |  14:22 WIB
tiket.com
tiket.com

Bisnis.com, JAKARTA – Chief Executive Officer Tiket.com George Hendrata akhirnya buka suara terkait dengan rencana perusahaannya untuk masuk ke lantai bursa.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (26/5/2021) Hendrata mengakui bahwa Tiket.com sedang mempertimbangkan untuk go public melalui merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (special purpose acquisition company/SPAC).

Hendrata menambahkan, startup yang dimiliki oleh Djarum Group itu juga sedang menjajaki aksi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) tradisional di dalam negeri. Perusahaan pun juga membuka peluang merger dengan salah satu perusahaan superapp asal Asia Tenggara.

“Jika Tiket memutuskan untuk go public, pasti akan masuk tahun ini,” katanya.

Namun demikian untuk melakukan IPO secara tradisional di dalam neger, perusahaan yang bernilai US$1 miliar dan dimiliki oleh konglomerat Djarum Group itu bakal menunggu waktu dan momentum yang tepat.

 “IPO tradisional, kami pasti memempertimbangkan itu, tapi opsi SPAC lebih cepat,” lanjutnya.

Adapun Tiket.com dikabarkan sedang melakukan pembicaraan dengan perusahaan SPAC yakni COVA Acquisition Corp. Sementara perkiraan nilai perusahaan baru hasil merger mencapai US$2 miliar.

Goldman Sachs Group Inc. dikabarkan menjadi penasihat Tiket.com yang berbasis di Jakarta. Sebagai bagian dari kesepakatan, Tiket.com bisa mengumpulkan sekitar US$200 juta dalam apa yang disebut investasi swasta dalam ekuitas publik atau private investment in public equity (PIPE), yang sering menyertai merger SPAC.

Dengan kabar tersebut, Tiket.com pun memperpanjang daftar perusahaan internet Asia Tenggara yang mempertimbangkan daftar SPAC atau penawaran umum perdana untuk mendorong pertumbuhan karena perdagangan online mendapatkan popularitas di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai informasi, COVA Acquisition merupakan SPAC berada di bawah kendali Crescent Cove Advisors LP. Perusahan investasi asal San Francisco ini didirikan oleh Jun Hong Heng, yang memiliki rekam jejak investasi pada perusahaan media dan telekomunikasi.

Salah satu direktur Cova Acquisition adalah Pandu Sjahrir, yang merupakan komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selain Pandu, Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek Alvin Widarta Sariaatmadja juga tercatat menduduki dewan direksi COVA Acquisition.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo merger StartUp djarum

Sumber : Bloomberg

Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top