Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ketika Bitcoin Anjlok, Investor Tetap Setia Genggam Emas

Investor diperkirakan akan mengambil posisi pada emas menjelang rilis risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve.
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US$1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi./Bloomberg
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US$1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Emas kembali melonjak pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang kenaikan untuk hari kelima berturut-turut karena investor bereaksi terhadap penurunan tajam nilai Bitcoin.

Mengutip Antara, Kamis (20/05/2021), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terangkat US$13,5 atau 0,72 persen menjadi ditutup pada US$1.881,50 per ounce.

Sehari sebelumnya, Selasa (18/5/2021), emas berjangka terkerek US$0,4 atau 0,02 persen menjadi ditutup pada US$1.868 per ounce.

Emas berjangka juga sempat melambung US$ 29,5 atau 1,6 persen menjadi US$1.867,60 pada Senin (17/5/2021), setelah melonjak US$14,1 atau 0,77 persen menjadi US$1.838,10 pada Jumat (14/5/2021), dan menguat US$1,2 atau 0,07 persen menjadi US$1.824,00 pada Kamis (13/5/2021).

Investor juga mengambil posisi pada emas menjelang rilis risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve, yang dirilis tak lama setelah penutupan pasar.

Risalah tersebut menyatakan bahwa ekonomi masih jauh dari tujuan FOMC, dan anggota FOMC percaya bahwa setiap kenaikan harga-harga akibat bottlenecks (kemacetan) kemungkinan hanya memiliki efek sementara pada inflasi. Hal tersebut mengurangi ketakutan investor bahwa Federal Reserve dapat dengan cepat menaikkan suku bunga acuan.

Beberapa pejabat The Fed juga tampaknya siap untuk mulai mempertimbangkan perubahan kebijakan moneter berdasarkan kemajuan pesat yang berlanjut dalam pemulihan ekonomi, menurut risalah The Fed.

"Gerakan emas dalam sesi yang bergejolak, reli hampir US$40 di tengah obrolan pasar tentang suku bunga bank sentral sebelum mundur setelah risalah Fed menunjukkan bahwa diskusi tapering (pengurangan pembelian obligasi) 'sejumlah peserta' mungkin sesuai jika ekonomi terus membuat kemajuan pesat," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam di BMO.

Menurut Tai Wong, pasar menunjukkan kepekaannya terhadap perubahan Fed.Kisaran jangka pendek harga emas yang baru adalah US$1.850-1.890 per ounce.

"Pedagang emas mungkin mengira mereka memiliki tiket satu arah ke US$1.900, tetapi risalah Fed memicu pembalikan besar karena pratinjau pembicaraan tapering mengirim imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Menurut dia, meskipun ada pembantaian di beberapa kelas aset, investor emas senang dengan kinerjanya hari ini. Beberapa pedagang institusional terbakar pada bitcoin dan kemungkinan akan tetap setia pada emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 30,8 sen atau 1,09 persen menjadi ditutup pada US$28,025 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 1,93 persen menjadi ditutup pada US$1.201,60 per ounce.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Farid Firdaus
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper