Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fitch Rating Perkirakan Momentum Penerbitan Sukuk Bakal Berlanjut hingga Akhir 2021

Minat investor yang utuh terhadap sukuk dan emiten yang berusaha untuk mendiversifikasi pendanaan serta untuk memenuhi jatuh tempo yang akan datang menjadi pendukung prediksi tersebut. 
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 19 Mei 2021  |  20:22 WIB
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Rating memperkirakan momentum penerbitan sukuk akan terus berlanjut hingga penghujung tahun 2021 ini. 

Berdasarkan keterangan di laman resminya dikutip pada Rabu (19/5/2021), minat investor yang utuh terhadap sukuk dan emiten yang berusaha untuk mendiversifikasi pendanaan serta untuk memenuhi jatuh tempo yang akan datang menjadi pendukung prediksi tersebut. 

Walaupun saat ini harga komoditas minyak saat ini lebih tinggi, dukungan terhadap pandemi yang lebih turun, dan pemulihan ekonomi bisa menyebabkan kebutuhan pendanaan negara yang lebih rendah. 

Namun penerbitan sukuk yang satu kali atau jarang diperkirakan akan mendukung volume perdagangan pada 2021 ini.  

Fitch menambahkan pasar sukuk juga terpengaruh pasar negara berkembang dan tren global, termasuk dampak dari peningkatan imbal hasil atau yield US Treasury di pasar pendapatan tetap. 

“Momentum penerbitan sukuk diperkirakan akan berlanjut hingga sisa tahun, didukung minat investor yang utuh terhadap sukuk dan emiten yang berusaha untuk mendiversifikasi pendanaan dan untuk memenuhi jatuh tempo yang akan datang,” tulis Fitch Rating dalam website resminya pada 21 April 2021. 

Berdasarkan data yang dikeluarkan Fitch Rating, total sukuk global yang beredar di dunia mencapai US$715,2 miliar di kuartal I/2021. Nilai tersebut lebih tinggi 3 persen jika dibandingkan dengan kuartal IV/2020.

Penerbitan sukuk dengan jangka waktu lebih dari 18 bulan dari negara anggota GCC, Indonesia, Malaysia, Turki dan Pakistan mencapai US$9,9 miliar pada kuartal I/2021, sama dengan level pada kuartal IV/2020.

Sementara volume sukuk dengan peringkat Fitch mencapai US$119,1 miliar pada akhir kuartal pertama tahun ini, dengan 80,7 persen di tingkat investasi dan sisanya tingkat spekulatif.

Pasar sukuk sendiri mengalami masa transisi pada kuartal pertama 2021, karena emiten, investor, dan lembaga pengatur mencari kejelasan mengenai perubahan peraturan terbaru di UEA, termasuk penerapan AAOIFI Standard 59.

Fitch menyebutkan telah mulai mengamati pemicu pembubaran tambahan dalam dokumentasi sukuk internasional baru, termasuk peristiwa tangibility dan delisting, dan juga opsi jual baru. 

Pemicu tersebut disebutkan dapat mempengaruhi likuiditas, profil kredit dan peringkat dari emiten non-pemerintah. Oleh karena UEA adalah pusat sukuk utama, perubahan tersebut memperlambat penerbitan secara lokal dan internasional jelas Fitch.

Pada kuartal I/2021, harga sukuk dibandingkan dengan obligasi terus bergerak normal ke level sebelum tahun 2020. Saat ini Fitch tengah mengamati 30 sukuk dan obligasi sejenis dari 10 emiten dari negara anggota GCC, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Turki. 

Menurutnya, selama kondisi pasar normal, harga sukuk dan obligasi berkorelasi kuat. Dalam tiga tahun hingga 5 Maret 2020, rata-rata spread di antara mereka rendah berada di -11bp. 

Namun Fitch melanjutkan, antara bulan Maret hingga Juni 2020, sukuk dijual dengan diskon yang lebih tinggi daripada obligasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sukuk surat utang fitch ratings
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top