Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Ditutup di Zona Hijau, Asing Buru Saham BBCA, TBIG, INCO

Selain itu, saham ADRO, ERAA, dan UNVR juga diborong asing dengan masing-masing sebanyak Rp56,6 miliar, Rp20,7 miliar, Rp17,5 miliar, dan Rp9 miliar. 
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, Senin (10/9/2021) jelang libur panjang lebaran Idulfitri. 

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau parkir di level 5.975,79 setelah terapresiasi 0,80 persen atau 47,48 poin. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 5.941,93-5.985,37. 

Pada hari ini, sebanyak 294 saham ditutup menguat, 209 saham melemah, sedangkan 146 saham stagnan. Pada penutupan, tercatat total transaksi sebesar Rp9,07 triliun, dengan net buy investor asing senilai Rp273,04 miliar. 

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi yang paling banyak diburu investor asing dengan net buy mencapai Rp91,2 miliar. Kemudian disusul oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) dengan net buy Rp78,2 miliar. 

Selain itu saham INCO, ADRO, ERAA, dan UNVR juga diborong asing dengan masing-masing sebanyak Rp56,6 miliar, Rp20,7 miliar, Rp17,5 miliar, dan Rp9 miliar. 

Sementara saham bank PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menjadi saham paling banyak dijual asing dengan aksi jual atau net sell sebanyak Rp90,1 miliar. Namun saham BBRI terpantau stagnan di level 4.050. Sedangkan saham PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) dijual asing dengan net sell sebesar Rp64,7 miliar sehingga saham TLKM terkoreksi 0,63 persen atau ke level 3.170. 

Sebelumnya, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menjelaskan perkembangan pergerakan IHSG di pekan pendek menjelang hari raya Idulfitri, masih menunjukkan betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. 

"Masih kuatnya fundamental perekonomian Indonesia yang terlihat dari data yang telah terlansir serta fluktuasi nilai tukar Rupiah masih akan membayangi pergerakan IHSG," urainya, Senin (10/5/2021). 

Dengan demikian, selama support level terdekat dapat dipertahankan dengan kuat IHSG masih memiliki peluang untuk kembali pada jalur uptrend jangka pendeknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper