Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS jadi Penekan Harga Emas

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman pada Juni di Divisi Comex New York Exchange, terpangkas US$5,6 atau 0,32 persen dan ditutup pada US$1.768,30 per ounce.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 April 2021  |  07:18 WIB
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. - Bloomberg
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pada akhir perdagangan Kamis (29/4/2021) harga emas tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah penguatan ekonomi.

Harga emas yang jatuh memperpanjang penurunan untuk hari ketiga berturut-turut. Dilansir Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman pada Juni di Divisi Comex New York Exchange, terpangkas US$5,6 atau 0,32 persen dan ditutup pada US$1.768,30 per ounce.

Sehari sebelumnya, Rabu (28/4/2021) emas berjangka juga merosot US$4,9 atau 0,28 persen menjadi US$1.773,90 setelah turun tipis US$1,3 atau 0,07 persen menjadi US$1.778,80 pada hari Selasa (27/4/2021).Pada Senin (26/4/2021) harga emas naik tipis US$2,3 atau 0,13 persen menjadi US$1.780,10.

"Meningkatnya imbal hasil obligasi dan meningkatnya minat terhadap aset-aset berisiko merusak aset safe-haven logam mulia," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Dia melanjutkan emas masih berada dalam tren kenaikan harga jangka pendek di grafik harian. Namun, tren kenaikan harga tersebut sekarang berada dalam bahaya jika harga tidak dapat menembus di atas US$1.800.

"Katakanlah dalam minggu depan atau lebih, maka harga mungkin akan bergerak menyamping menjadi lebih rendah," katanya.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik ke tertinggi lebih dari dua minggu selama sesi tentang proposal Presiden AS Joe Biden sebesar triliunan dolar dalam anggaran belanja baru dan data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS mengalami percepatan pada kuartal pertama.

Imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Data ekonomi yang kuat yang dirilis pada hari Kamis (29/4/2021) juga meredam emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) melonjak 6,4 persen pada kuartal pertama tahun ini secara tahunan, angka terbaik sejak kuartal ketiga 2003.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa 553.000 orang mengajukan klaim pengangguran awal pada pekan yang berakhir 24 April, turun dari 566.000 klaim pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, Federal Reserve akan mengikuti kebijakan moneter yang dovish dengan tetap berpegang pada strategi membantu ekonomi AS dengan suku bunga sangat rendah, kata Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Rabu (28/4/2021).

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan Juli turun 3,3 sen atau 0,13 persen menjadi ditutup pada 26,085 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 14,6 dolar AS atau 1,2 persen menjadi ditutup pada 1.197,6 dolar AS per ounce.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas harga emas dunia obligasi as

Sumber : Antara

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top