Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan Energi Terbarukan China Bakal IPO, Nilainya Terbesar Tahun Ini

China Three Gorges Renewables Group Co. berencana melakukan IPO di bursa saham Shanghai tahun ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 April 2021  |  14:27 WIB
Pembangkit listrik tenaga angin di China -  Bloomberg
Pembangkit listrik tenaga angin di China - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan energi terbarukan China Three Gorges Renewables Group Co. berencana melakukan penawaran umum perdana  (initial public offering/IPO) di bursa China. Jika regulator menyetujui, rencana ini akan menjadi yang terbesar di China sepanjang tahun 2021.

Dilansir Bloomberg dari prospektus yang diajukan ke bursa efek Shanghai, anak usaha China Three Gorges Corp (CTG) ini berencana untuk melepas 8,57 miliar saham di bursa Shanghai. Namun, harga saham dalam IPO masih belm ditetapkan.

Perusahaan BUMN China ini tersebut telah menerima persetujuan tertulis dari regulator sekuritas China, menurut pernyataan Komisi Sekuritas dan Regulasi China pada hari Jumat (23/4/2021).

Tahun 2020 lalu, China Three Gorges Renewables mengumumkan mengincar dana sekitar 25 miliar yuan ($ 3,85 miliar) dari IPO. Jika tercapai, pencatatan saham perdana ini akan menjadi yang terbesar di China pada tahun 2021, melampaui IPO Tianneng Battery Group Co pada bulan Januari 2021 yang mencapai US$697 juta.

Induk usaha perusahaan, CTG, merupakan perusahaan pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia dan perusahaan energi bersih terbesar di China. Total aset unit energi terbarukan, yang utamanya merupakan terutama pembangkit tenaga surya dan angin, serta pembangkit listrik tenaga air kecil, bernilai lebih dari 140 miliar yuan.

Pencatatan saham China Three Gorges Renewables dijadwalkan mulai 10 Mei. Persuahaan berencana menggunakan dana hasil IPO untuk mendanai proyek pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai dan mengisi kembali likuiditas.

Analis BloombergNEF Leo Wang mengatakan Dana IPO tersebut diperkirakan digunakan untuk proyek-proyek yang ditargetkan untuk dimulai tahun ini, sebelum skema subsidi angin lepas pantai nasional China akan berakhir.

“Subsidi provinsi yang telah diumumkan sejauh ini tidak cukup untuk membuat proyek pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai menguntungkan pada tingkat biaya saat ini,” kata Wang, seperti dikutip Bloomberg.

Namun, rencana IPO ini muncul di tengah ambisi China untuk mencapai puncak emisi karbon pada tahun 2030 dan netralitas karbon pada tahun 2060. Instalasi pembangkit listrik tenaga angin telah mencapai rekor dua kali lipat pada tahun 2020, dan instalasi tenaga surya diperkirakan akan mencapai rekor tahun ini.

China Three Gorges Renewables pada bulan April mengumumkan dua proyek tenaga surya baru.

“Usulan IPO ini sejalan dengan arahan kebijakan pemerintah untuk mengurangi dominasi perusahaan milik negara dan meningkatkan kepemilikan campuran di entitas tersebut,” ungkap wakil presiden Moody's Investors Service Ada Li.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi terbarukan bursa china initial public offering
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top