Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pasar Obligasi Diprediksi Masih Akan Volatil Pekan Ini

Dari dalam negeri, investor akan memperhatikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan dilangsungkan pada tanggal 19 April hingga 20 April 2021.
Tumpukan uang dolar dan rupiah di Kantor Cabang Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (14/1/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha
Tumpukan uang dolar dan rupiah di Kantor Cabang Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (14/1/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Pasar obligasi diproyeksi kembali bergerak volatil sepanjang pekan ini.

Sepanjang pekan lalu, pasar obligasi dalam negeri kembali mengalami tekanan. Berdasarkan data Infovesta Utama, indeks Infovesta Government Bond terkoreksi 0,15 persen secara mingguan untuk periode 9—16 April 2021.

Tim Infovesta Utama menuturkan, meski memasuki April ini tren kenaikan imbal hasil US Treasury cenderung melambat, yakni mulai turun ke level 1,57 persen per 16 April 2021, imbal hasil SBN Indonesia justru mengalami kenaikan.

Tercatat, Rabu (14/4/2021) yield SBN tenor 10 tahun naik ke levwl 6,58 persen meski berhasil kembali turun ke level 6,51 persen di hari Jumat (16/4/2021), menyusul aksi jual investor asing pada SBN sepanjang periode 12—14 April 2021 sebesar Rp4,58 triliun.

Untuk pekan ini, Infovesta menyebut pasar SBN masih akan dipengaruhi oleh berbagai sentimen. Dari dalam negeri, investor akan memperhatikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan dilangsungkan pada tanggal 19 April hingga 20 April 2021.

“Di mana pada rapat tersebut tingkat suku bunga acuan diprediksi tetap di pertahankan di level 3,5 persen untuk mendukung pemulihan ekonomi,” tulis Infovesta dalam publikasi mingguannya, seperti dikutip Bisnis, Senin (19/4/2021).

Infovesta menilai hal tersebut dapat menjadi sentimen positif bagi pasar SBN yang diharapkan dapat mendukung kinerja reksa dana saham dan pendapatan tetap sepanjang satu pekan ke depan.

Sementara dari luar negeri, rilis data ekonomi dari Amerika Serikat dan China yang diekspektasikan membaik diharapkan berdampak positif bagi pasar.

Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi sentimen negatif yang muncul dari beberapa permasalahan terkait vaksinasi seperti vaksin Johnson & Johnson yang menyebabkan pembekuan darah pada enam wanita di bawah usia 50 tahun di Amerika Serikat.

Sementara itu, sentimen positif yang datang dari ekspektasi dipertahankannya suku bunga untuk mendukung pemulihan aktivitas perekonomian diperkirakan tidak cukup kuat untuk mendorong pasar bergerak naik di tengah hambatan vaksinasi di beberapa negara.

Alhasil, secara umum, Infovesta menyebut pasar SBN diperkirakan akan bergerak fluktuatif pada pekan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper