Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BEI Revisi Target IPO 2021, Naik Jadi 54 Emiten Baru

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia hingga akhir kuartal I/2021 terdapat 11 perusahaan tercatat baru saham di Bursa Efek Indonesia.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 10 April 2021  |  15:20 WIB
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia menaikkan target penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) untuk tahun 2021 menjadi 54 perusahaan tercatat baru. 

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan pihak BEI merevisi target IPO hingga akhir 2021 menjadi 54 perusahaan baru dari yang semula 34 perusahaan baru. 

“Merevisi target semula yang terlalu moderate kita lihat perkembangan terakhir kita cukup optimis,” katanya dalam sesi virtual bersama awak media, belum lama ini. 

Menurutnya, kenaikan target tersebut seiring dengan iklim IPO yang kondusif sepanjang kuartal I/2021, sehingga pihak bursa kian optimistis jumlah pencatatan saham baru tahun ini akan terus meningkat. 

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya pada akhir Maret lalu. 

Menurutnya, berkaca pada kondisi sepanjang kuartal pertama tahun ini, pihaknya optimistis dengan prospek IPO hingga akhir 2021, apalagi saat ini otoritas pasar modal tengah menggodok regulasi yang akan membuat kondisi pasar modal semakin menarik. 

“Didukung oleh kebijakan Pemerintah terkait dengan penanganan Pandemi saat ini dan kebijakan dari regulator pasar modal yang tentunya akan membuat kondisi pasar modal Indonesia kondusif, sehingga perusahaan yang melakukan IPO dan melakukan pencatatan saham meningkat,” tuturnya kala itu. 

Sementara itu, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia hingga akhir kuartal I/2021 terdapat 11 perusahaan tercatat baru saham di Bursa Efek Indonesia.

Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 19 perusahaan baru. Namun, secara total dana yang terhimpun mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. 

Dari 11 emiten yang IPO di kuartal I/2021 ini, total dana yang dihimpun mencapai Rp3 triliun, atau naik 11 persen dibandingkan Rp2,7 triliun dari 19 emiten yang IPO sepanjang kuartal I/2020 lalu. 

“Hal tersebut menggambarkan besarnya kepercayaan dan optimisme para pengusaha di Indonesia akan pemulihan perekomian dan juga terhadap Pasar Modal Indonesia pada tahun 2021,” kata Nyoman. 

Per akhir kuartal 31 Maret 2021, masih terdapat 22 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Adapun, 2 di antaranya telah melantai pada pekan ini baru yakni PT Imago Mulia Persada Tbk dan PT Fimperkasa Utama Tbk. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia ipo
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top