Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahun Ini Waskita Untung atau Rugi? Ini Penentunya

Seperti diketahui, emiten konstruksi berkode WSKT ini membukukan rugi bruto Rp1,97 triliun, berbalik dari laba bruto sebelumnya Rp5,6 triliun.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 08 April 2021  |  20:32 WIB
Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono. - TV Parlemen
Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono. - TV Parlemen

Bisnis.com, JAKARTA — PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) menyatakan ada tiga faktor yang menentukan apakah perseroan akan tetap merugi pada 2021 atau berbalik untung.

Presiden DIrektur Waskita Destiawan Soewardjono mengatakan salah satu faktor penting adalah divestasi 9 ruas jalan tol. 

"Sebenarnya, setelah konstruksi jalan tol selesai dan dan beroperasi, kami melakukan divestasi. Setelah itu, [dana hasil divestasi] kami putar lagi untuk investasi. Akibat pandemi [Covid-19] ini, ada lima ruas yang gagal divestasi [tahun lalu] karena investor menunda," katanya dalam webinar "Mengukur Infrastruktur", Kamis (8/4/2021).

Destiawan menyampaikan sejauh ini masih ada lima ruas yang harus perseroan divestasi. Dalam hal itu, Indonesia Investment Authority (INA) akan mempercepat prosesnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Waskita Taufik Hendra Kusuma mengatakan penyelesaian divestasi sembilan ruas tol perseroan tersebut dapat melepas utang sekitar Rp20 triliun dari buku perseroan. 

Faktor kedua yang menentukan performa finansial perseroan adalah proses restrukturisasi. Taufik menilai restrukturisasi dengan pihak perbankan penting untuk mengurangi beban bunga kredit perseroan yang membengkak karena gagal divestasi tahun lalu.

Seperti diketahui, Waskita seharusnya melakukan divestasi terhadap lima ruas jalan tol pada 2020. Namun demikian, gagalnya aksi korporasi tersebut membuat beban bunga kredit perseroan melonjak menjadi sekitar Rp4 triliun.

"[Restrukturisasi] ini mudah-mudahan bisa segera direalisasikan. Kami dapat full support dari Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN. Kami cukup intens [berdiskusi] dengan pihak perbankan," ucapnya.

Faktor terakhir adalah penanganan pandemi Covid-19 di dalam negeri. Taufik menyampaikan pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap utilisasi proyek konstruksi perseroan.

Dengan demikian, kondisi keuangan perseroan tidak kunjung membaik walaupun telah beradaptasi dengan pandemi. "Ini di luar kontrol kami, tapi ini sangat mempengaruhi Waskita," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur emiten konstruksi waskita karya
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top