Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen Semen Dynamix (SMCB) Tebar Dividen Rp195,29 Miliar

Sebesar 30 persen atau Rp195,29 miliar dari laba SMCB akan dibagikan sebagai dividen tunai. Artinya, para pemegang saham mendapatkan Rp25,48 per lembar saham.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  12:32 WIB
Pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. di Narogong, Kabupaten Bogor. Solusi Bangun Indonesia merupakan entitas baru setelah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengambil alih kepemilikan Semen Holcim dari Lafarge Cement. Adapun saat didirikan, perusahaan ini bernama Semen Cibinong. - solusibangunindonesia.com
Pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. di Narogong, Kabupaten Bogor. Solusi Bangun Indonesia merupakan entitas baru setelah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengambil alih kepemilikan Semen Holcim dari Lafarge Cement. Adapun saat didirikan, perusahaan ini bernama Semen Cibinong. - solusibangunindonesia.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. berencana menebar dividen kepada para pemegang saham senilai total Rp195,29 miliar.

Presiden Direktur Solusi Bangun Indonesia Aulia Mulki Oemar mengatakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah menyetujui penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2020 senilai Rp650,98 miliar.

Adapun, sebesar 30 persen atau Rp195,29 miliar dari laba tersebut akan dibagikan sebagai dividen tunai. Artinya, para pemegang saham mendapatkan Rp25,48 per lembar saham.

“Sisa laba bersih sebesar 70 persen atau Rp455,69 miliar digunakan untuk mendanai kegiatan operasional perseroan,” kata Aulia dalam paparan publik secara daring, Selasa (30/3/2021).

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2020 hasil audit, laba entitas Semen Indonesia Group (SIG) tersebut tercatat senilai Rp650,9 miliar atau meningkat 30,42 persen dibandingkan 2019 sebesar Rp499,05 miliar.

Laba tersebut mampu dibukukan walau pendapatan perseroan turun 8,59 persen menjadi Rp10,11 triliun pada 2020.

Pasalnya, biaya pokok penjualan emiten dengan kode saham SMCB ini dapat ditekan 12,82 persen menjadi Rp7,12 triliun. EBITDA perseroan juga membaik pada 2020 menjadi 2,50 persen dibandingkan 2019 sebesar 1,78 persen.

Dari sisi penjualan, SMCB membukukan penurunan volume penjualan semen dan terak sebesar 3,09 persen menjadi 11,97 juta ton pada 2020. Penjualan beton terpantau turun 40 persen menjadi 874.000 meter kubik, dan volume penjualan agregat anjlok 73,18 persen menjadi 614.000 ton.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen semen indonesia dividen solusi bangun indonesia
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top