Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dihantam Corona, Laba Bersih Wijaya Karya (WIKA) Merosot 91,9 Persen

Laba bersih Wijaya Karya yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk senilai Rp185,76 miliar pada 2020, menukik hingga 91,9 persen dari tahun sebelumnya yang senilai Rp2,28 triliun.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  14:08 WIB
GEDUNG BUMN WIJAYA KARYA. Bisnis - Arief Hermawan P
GEDUNG BUMN WIJAYA KARYA. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 menghantam kinerja emiten kontraktor BUMN, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA). Perseroan mencatatkan penurunan pendapatan sepanjang 2020, laba bersihnya pun anjlok.

Berdasarkan laporan keuangan 31 Desember 2021 yang dikutip Jumat (26/3/2021), perseroan menghasilkan pendapatan bersih senilai Rp16,53 triliun turun 39,25 persen dibandingkan dengan pendapatan 2019 sebesar Rp27,21 triliun.

Adapun, pendapatan lain-lain mengalami peningkatan menjadi Rp3,06 triliun dari posisi 2019 yang sebesar Rp1,18 triliun.

Di tengah anjloknya pendapatan, beban usaha perseroan malah mengalami kenaikan terutama dari pos beban lain-lain yang meningkat menjadi Rp2,23 triliun padahal pada 2019 beban lain-lain hanya Rp37,71 miliar.

Selain itu, beban dari pendanaan juga meningkat menjadi Rp1,22 triliun pada 2020, naik dari posisi 2019 yang sebesar Rp884,25 miliar.

Dengan demikian laba neto perseroan sebesar Rp322,34 miliar anjlok 87,7 persen dari laba bersih pada 2019 yang sebesar Rp2,62 triliun.

Adapun, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp185,76 miliar menukik hingga 91,9 persen dari tahun sebelumnya yang dapat mencapai Rp2,28 triliun.

Walhasil, laba bersih per lembar saham dasar pun anjlok dari yang senilai Rp254,74 per lembarnya menjadi hanya Rp20,71 per lembarnya.

Di sisi lain, posisi kas dan setara kas pada akhir tahun meningkat menjadi Rp14,95 triliun dari posisi akhir tahun 2019 yang sebesar Rp10,34 triliun.

Adapun liabilitas emiten bersandi WIKA ini pun membengkak menjadi Rp51,45 triliun naik 19,95 persen dari posisi 2019 yang sebesar Rp42,89 triliun.

Dengan jumlah liabilitas jangka pendek yang meningkat tajam menjadi Rp44,16 triliun naik dari posisi 2019 yang sebesar Rp30,34 triliun. Sementara, total liabilitas jangka panjangnya turun menjadi Rp7,28 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp12,54 triliun.

Sementara itu, total ekuitas perseroan mengalami penurunan menjadi Rp16,65 triliun dari kondisi 2019 yang sebesar Rp19,21 triliun.

Adapun, total aset meningkat menjadi Rp68,1 triliun naik 9,64 persen dari posisi 2019 yang sebesar Rp62,11 triliun.

Rinciannya total aset lancar naik menjadi Rp27,98 triliun padahal pada tahun sebelumnya sebesar Rp42,33 triliun. Untuk aset tidak lancarnya naik tipis menjadi Rp20,12 triliun sementara saat 2019 sebesar Rp19,77 triliun.

Pada perdagangan Jumat hingga pukul 13.52 WIB, harga saham WIKA naik 1,57 persen atau 25 poin ke level 1.615 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp14,49 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN wijaya karya emiten konstruksi Kinerja Emiten
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top