Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen Semen Tiga Roda (INTP) Raih Penjualan 1,2 Juta Ton

Indocement mencatat total penjualan semen perseroan mencapai 1,2 juta ton pada Februari 2021. Realisasi itu turun 8,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan turun 11,1 persen secara bulanan (month-on-month/mom).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  14:23 WIB
Proses pemuatan kontainer berisi semen merk tiga roda. - indocement
Proses pemuatan kontainer berisi semen merk tiga roda. - indocement

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen semen merek Tiga Roda, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP)  mencatatkan penjualan 1,2 juta ton pada Februari 2021. Permintaan lebih banyak dari pasar properti.

Indocement mencatat total penjualan semen perseroan mencapai 1,2 juta ton pada Februari 2021. Realisasi itu turun 8,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan turun 11,1 persen secara bulanan (month-on-month/mom).

Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyebutkan konsumsi semen per Februari 2021 ditopang oleh konsumsi sektor properti seperti rumah tapak maupun apartemen. Adapun, konsumsi semen bidang properti pada bulan kedua 2021 naik 6 persen secara tahunan.

Direktur Utama Indocement Tunggal Prakarsa Christian Kartawijaya menjelaskan penjualan semen secara nasional tumbuh untuk pertama kalinya pada Februari 2021 sejak pandemi merebak tahun lalu.

“2—3 pekan pertama Maret ini juga kelihatannya positif dibandingkan tahun lalu. Dominasinya banyak di properti, properti sudah mulai bergeliat,” kata Christian dalam paparan publik, pekan lalu.

Christian mengapresiasi sejumlah stimulus yang digelontorkan pemerintah untuk sektor properti, mulai dari insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah hingga DP nol persen.

Hal itu disebut mendorong minat masyarakat untuk membeli rumah lagi, setelah sempat menahan konsumsi pada masa pandemi 2020.

Kendati permintaan dari properti mulai bergairah, emiten dengan kode saham INTP ini menyebut permintaan dari proyek infrastruktur belum terlihat.

Adapun, proyek infrastruktur biasanya juga berkontribusi atas penjualan semen yang lebih besar.

Christian menyebutkan penjualan semen curah milik perseroan pada Februari 2021 masih tumbuh negatif hingga dobel digit sebesar -13,7 persen. Di sisi lain, permintaan semen kantong yang biasa digunakan pengembang properti membaik dengan pertumbuhan 5,9 persen.

“Yang mendominasi adalah semen kantong, artinya residensial dan ritel yang naik tapi proyek infrastruktur kelihatannya stagnan dan tertunda. Saya berharap setelah Idulfitri, proyek besar mulai berjalan,” tutur Christian.

Data Asosiasi Semen Indonesia menunjukkan konsumsi semen di Pulau Jawa yang menjadi pangsa pasar terbesar INTP masih turun 5,5 persen secara tahunan menjadi 2,41 juta ton.

Di sisi lain, konsumsi semen di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra berkontribusi sekitar 70 persen dari total konsumsi nasional sebesar 4,63 juta ton.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indocement semen Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top