Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Bisa Terkoreksi Hari Ini, ITMG, ADRO, UNTR Masih Bisa Dikoleksi

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan setelah kemarin investor menari gembira, Jumat ini  investor kembali ke dunia nyata.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 19 Maret 2021  |  07:47 WIB
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/3/2021). Bisnis - Abdurachman
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/3/2021). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih akan dibayangi sentimen yield obligasi Amerika Serikat, potensi pelemahan masih terjadi pada Jumat (19/3/2021).

Pada perdagangan Kamis (18/3/2021), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil parkir di zona hijau dengan naik 1,12 persen ke level 6347,83. Indeks komposit akhirnya berbalik menguat setelah mengalami koreksi tiga hari beruntun.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan setelah kemarin investor menari gembira, Jumat ini  investor kembali ke dunia nyata.

"Kami mencatat sejak 17 Februari melalui BC STOCK TERRACE sudah memperingatkan bahaya sedang mengintai dari naiknya yield obligasi AS. Bukan hanya indeks harga saham akan melorot dan harga komoditas merosot tetapi nilai tukar rupiah akan terkulai lemas jika yield obligasi AS tenor 10 tahun naik mencapai sedikitnya 2,4 persen atau lebih," urai Edwin, Jumat (19/3/2021).

Menurutnya, dampak pernyataan Chairman The Fed Jerome Powell bahwa inflasi diperkirakan akan meningkat tahun ini hingga menyentuh 2,4 persen mendorong yield obligasi AS tenor 10 naik tajam 5,42 persen menjadi di atas level 1,73 persen level yield tertinggi selama 54 minggu terakhir).

Dengan begitu, pada gilirannya menarik turun indeks di Wall Street terjun bebas dimana Nasdaq turun sebesar 4.09 persen dan DJIA turun 1.73 persen.

"Lebih lanjut, jika dikombinasikan dengan kejatuhan EIDO sebesar 1.17 persen padahal kemarin IHSG menguat 1.12 persen serta kejatuhan tajam harga komoditas seperti minyak turun 7.85 persen, emas turun 0.87 persen, Nikel turun 1.17 persen dan CPO turun 3.30 persen berpotensi mendorong IHSG turun menguji level support 6300 dalam perdagangan Jumat ini," ungkapnya.

Edwin memperkirakan indeks komposit akan bergerak di rentang 6280 hingga 6373. Dengan nilai tukar rupiah di rentang Rp14.345 -- Rp14.480 per dolar AS.

Edwin merekomendasikan jual untuk saham MEDC, ELSA, AALI, LSIP, SIMP, SSMS, dan DSNG. Sementara rekomendasi beli untuk saham ITMG, ISAT, ASII, BMRI, ESSA, HRUM, UNTR, BBNI, SMGR, AGII, dan ADRO.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top