Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Sepekan Naik Tipis, Masih Berpeluang Menguat Pekan Depan

Sepanjang pekan pertama Maret 2021, IHSG berhasil menguat 0,27 persen atau naik 16,95 poin ke level 6.258,75 setelah ditutup di level 6.241,8 pada akhir Februari 2021.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 05 Maret 2021  |  18:54 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang pekan pertama Maret 2021 berhasil menguat kendati pada penutupan perdagangan Jumat (5/3/2021) indeks mengalami ditutup ke zona merah.

Berdasarkan data Bloomberg, sepanjang pekan pertama Maret 2021, IHSG berhasil menguat 0,27 persen atau naik 16,95 poin ke level 6.258,75 setelah ditutup di level 6.241,8 pada akhir Februari 2021.

Di antara konstituennya, sebanyak 290 saham menguat, 263 saham melemah, dan 164 saham tidak berubah harganya dari posisi penutupan Februari 2021. Sementara, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp7379,23 triliun.

Selama sepekan, PT Era Mandiri Cemerlang Tbk. (IKAN) menjadi top gainers dengan penguatan hingga 179,69 persen atau 115 poin ke level 179. Disusul PT Bank QNB Indonesia Tbk. (BKSW) yang menguat hingga 174,14 persen.

Selanjutnya berturut-turut PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS), PT eratex Djaja Tbk. (ERTX) dan (PT Bank IBK Indonesia Tbk. (AGRS) yang meningkat 142,57 persen, 127,52 persen, dan 124,86 persen.

Adapun, pemimpin saham boncos dalam sepekan yakni PT Lancartama Sejati Tbk. (TAMA) yang turun 26,97 persen atau 24 poin ke level 65. Menyusul di belakangnya PT Guna Timur Raya Tbk. (TRUK) yang anjlok 26,47 persen.

Setelah itu, ada emiten anak baru PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) turun 22,73 persen, PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX) turun 22,36 persen dan PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) turun 19,68 persen.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan tren kenaikan kinerja cadangan devisa RI belum berdampak positif terhadap kenaikan indeks secara signifikan.

"Market masih menanti penetapan Senat AS dalam mengesahkan program stimulus Biden senilai US$1,9 triliun, melambatnya ekspansi manufacturing di Indonesia dan rendahnya data-data inflasi Indonesia," jelasnya kepada Bisnis, Jumat (5/3/2021).

Di sisi lain, adanya kasus Covid-19 varian baru B117 yang mulai terjadi di Indonesia menjadi penekan laju indeks, termasuk penerapan kebijakan PPKM mikro juga merupakan sentimen negatif bagi pasar.

Nafan memproyeksikan hasil pengumuman US nonfarm payroll menjadi sentimen untuk awal pekan depan. Penantian pengumuman US CPI dan Core CPI, GDP Inggris maupun Jepang akan diumumkan pekan depan.

"Dinamika perilisan laporan keuangan perusahaan, dinamika vaksinasi massal, dinamika penetapan kebijakan PPKM Mikro," urainya.

Binaartha lanjutnya memproyeksikan indeks komposit cenderung bergerak bercampur dan menguat. Indeks diproyeksikan bergerak di rentang 6.179,13 - 6.351,18.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI perbankan
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top