Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Ayam Broiler Stabil, Bagaimana Prospek CPIN, JPFA, MAIN?

Kebijakan pemerintah terkait harga ayam broiler dinilai bakal menguntungkan sejumlah emiten perunggasan seperti CPIN, JPFA, dan MAIN
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  06:30 WIB
Pekerja memeriksa kondisi kandang dan ayam di peternakan ayam modern Naratas, Desa Jelat, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (11/4 - 2020). /Antara
Pekerja memeriksa kondisi kandang dan ayam di peternakan ayam modern Naratas, Desa Jelat, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (11/4 - 2020). /Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten sektor unggas diprediksi akan kembali stabil pada 2021. Kebijakan pemerintah dinilai telah membantu stabilitas harga ayam broiler, salah satu sumber pendapatan bagi emiten perunggasan.

Analis Aldiracita Sekuritas Indonesia Timothy D. Gracianov mengatakan upaya pengendalian harga broiler oleh pemerintah telah menghasilkan stabilitas harga di Jawa Barat, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

"Pemerintah diharapkan mengontrol surplus pasokan ayam pedaging. Kami memperkirakan harga broiler akan tetap pada Rp19.000 per kilogram hingga 21 Maret 2021," katanya dalam riset sektoral yang dikutip Bisnis, Senin (1/3/2021).

Dia menyebut cukup puas dengan harga broiler di Januari. Harga broiler Jawa Barat dan Harga DOC (day old chicken) pada Januari sejalan dengan ekspektasi Aldiracita Sekuritas masing-masing Rp19.000 per kilogram dan Rp6.800 per kilogram.

Jumlah tersebut menunjukkan pertumbuhan datar bulan ke bulan dibandingkan dengan angka Desember dan pemerintahan sukses melakukan upaya pengendalian harga broiler dalam patokan Rp19.000 per kilogram--Rp21.000 per kilogram. Aldiracita memproyeksikan pola ini terus berlanjut sepanjang tahun.

Di sisi lain, surplus pasokan tidak bisa dihindari. Setidaknya mungkin ada 26 persen potensi surplus pasokan dengan asumsi konsumsi 11,75 kg/kapita pada tahun 2021, sesuai proyeksi pemerintah.

Adapun, sebanyak 73 persen dari produksi broiler akan didominasi oleh dampak impor GPS 2019 yang dilihat antusiasme tinggi dari industri karena kuatnya kondisi sektor tersebut pada 2018. Dengan demikian, penyesuaian suplai dari pemerintah diharapkan dapat mengatasi surplus ini.

Dengan pertimbangan 36 persen potensi surplus pasokan atau berkisar 78 juta ekor agar sesuai dengan permintaan ayam pedaging, pemerintah telah mengeluarkan arahan untuk memotong produksi telur baru menetas atau hatching egg (HE) selama produksi DOC FS sebanyak 60 juta telur pada Februari.

Menurutnya, dengan stabilnya harga broiler akan mengangkat segmen lainnya. Emiten-emiten yang direkomendasikannya pun diantaranya CPIN, JPFA, dan MAIN, yang merupakan integrator dan mendapatkan manfaat lain dari harga broiler yang stabil.

Dia pun mempertahankan rekomendasi beli untuk ketiga saham emiten perunggasan tersebut. CPIN direkomendasikan buy dengan target price 6.875, JPFA beli dengan TP 1.870, serta MAIN buy dengan TP di level 1.140.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

japfa comfeed rekomendasi saham charoen pokphand indonesia unggas emiten perunggasan
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top