Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Katalis Positif, Saham Batu Bara Bakal Kian Panas

Saham batu bara terkerek sentimen kenaikan komoditas emas hitam. Harga terkerek berkat peningkatan permintaan di negara yang ekonominya mulai pulih dari dampak pandemi.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  05:00 WIB
Aktivitas pertambangan batu bara kelompok usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk.  - itmg.co.id
Aktivitas pertambangan batu bara kelompok usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk. - itmg.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Performa saham pada sektor batu bara diprediksi positif pada tahun ini seiring dengan prospek kenaikan harga komoditas tersebut.

Analis RHB Sekuritas Fauzan Luthfi menjelaskan, sentimen utama perbaikan kinerja emiten di sektor batu bara adalah peningkatan ekspor dari negara-negara yang risiko pandemi virus coronanya sudah mulai stabil, terutama China. Hal tersebut akan memicu penguatan harga batu bara pada tahun ini.

Fauzan memprediksi harga batu bara akan berada di kisaran US$70 per ton, atau naik 17 persen secara year-on-year dengan mempertimbangkan kemungkinan fluktuasi harga sepanjang tahun 2021.

“Dari segi net profit tentunya ini positif untuk perusahaan batu bara. Berkaca dari penurunan harga batu bara di tahun 2015-16, pemulihan yang terjadi membawa net profit growth pada sektor batu bara di awal kuartal I/2017 sekitar 60 persen secara year on year,”jelasnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (17/2/2021).

Menurutnya, peningkatan harga batu bara sejak September tahun lalu lebih disebabkan oleh faktor musim dingin ekstrim di China. Ketika ekonomi China sudah mulai membaik di bulan Juni, kebutuhan listrik turut meningkat tajam.

Di sisi lain, produksi saat batu bara saat itu belum kembali ke tingkat normal. Hal tersebut juga ditambah dengan menipisnya cadangan batu bara di beberapa pembangkit listrik di China. Akibatnya harga batu bara lokal China terlampau tinggi dan akhirnya memaksa pemerintah untuk membuka kembali jalur impor, khususnya penambahan kuota kepada Indonesia.

Ia mengatakan, setelah periode perayaan tahun baru imlek, lihat harga batu bara lokal di China berangsur turun yang bersamaan dengan mulai stabilnya persediaan di beberapa perusahaan listrik. Fauzan juga memperkirakan harga batu bara China juga akan mendapat tekanan dari pergerakan batu bara Newcastle.

Menurutnya, seiring dengan momentum penambahan kuota impor batu bara dari Indonesia, sejumlah perusahaan di sektor ini patut menjadi perhatian. Salah satu yang menjadi rekomendasi Fauzan adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG dengan target harga Rp14.500.

“Prospek peningkatan harga batu bara dan penerimaan ekspor yang lebih stabil tahun ini akan berimbas positif untuk ITMG,” katanya.

Selain itu, saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga dapat menjadi pilihan seiring dengan penyerapan batu bara dari pasar domestik yang akan cukup besar dari keduanya pada tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara rekomendasi saham emiten tambang
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top