Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sempat ke Rp13.800-an, Rupiah Berakhir Melemah 20 Poin

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 20 poin atau 0,14 persen ke level Rp13.930. Sementara itu, indeks dolar melemah 0,06 persen ke posisi 90,294.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  15:24 WIB
Pegawai menunjukan uang dolar dan rupiah di Jakarta, Senin (15/2/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pegawai menunjukan uang dolar dan rupiah di Jakarta, Senin (15/2/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (16/2/2021) ditutup terkoreksi setelah sempat dibuka menguat.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 20 poin atau 0,14 persen ke level Rp13.930. Sementara itu, indeks dolar melemah 0,06 persen ke posisi 90,294.

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp13.875 per dolar AS, menguat 71 poin atau 0,5 persen dari posisi kemarin, Senin (9/2/2021) Rp13.946 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam laporannya mengatakan, membaiknya data Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2021 belum dapat mengangkat sentimen positif terhadap mata uang rupiah.

“Tetapi, membaiknya data NPI tersebut membuktikan bahwa Pemerintah bekerja keras untuk menghidupkan kembali perekonomian yang sebelumnya tersendat karena pandemi covid-19 yang belum ada kejelasan kapan akan berakhir,” jelasnya, Selasa (16/2/2021).

Selain itu pelaku pasar jugai akan menanti kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) untuk periode Februari 2021. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDGBI) akan dilaksanakan pada 17-18 Februari mendatang dan hasil dari rapat tersebut akan disampaikan pada 18 Februari mendatang.

Dari luar negeri, rilis data ekonomi AS mencatat Jumlah klaim tunjangan pengangguran pada pekan yang berakhir 6 Februari tercatat sebanyak 793.000 klaim, lebih tinggi dari prediksi sebelumnya sebanyak 747.000 klaim.

Selain itu, sentimen konsumen juga menunjukkan penurunan menjadi 76,2 di bulan ini, dari bulan sebelumnya 79, dan menjadi yang terendah sejak Agustus 2020 lalu.

Dengan rilis data yang perlambatan, alasan pemerintah AS untuk segera menggelontorkan stimulus fiskal senilai US$1,9 triliun semakin menguat. Selain itu, untuk memulihkan perekonomian AS yang mati suri akibat Covid-19, Presiden AS, Joe Biden juga memborong sejumlah besar pasokan vaksin.

Untuk perdagangan Rabu (17/2/2021) besok, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah akan dibuka melemah. Namun, nilai rupiah kemudian berpeluang ditutup menguat pada rentang Rp13.900 - Rp13.950.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top